Nasional

Menag: Iduladha Momentum Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan

Bagikan:
Menteri Agama berbicara di Masjid Istiqlal saat perayaan Iduladha

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Iduladha 1447 Hijriah harus menjadi momen refleksi untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai kesetaraan antarmanusia. Pernyataan disampaikan Rabu 27 Mei 2026 di Masjid Istiqlal, Jakarta, dalam rangkaian perayaan Iduladha.

Pesan Menag soal tanggung jawab terhadap alam

Menurut Nasaruddin, ajaran agama menempatkan alam bukan sekadar objek, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual manusia. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Alam ini jangan hanya dijadikan objek saja, tetapi juga harus dianggap sebagai subjek

Dalam kerangka ekoteologi, Menag merujuk pada prinsip habluminallah, habluminannas, dan hablum ma al makhluqat. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan berdampak langsung pada kualitas hidup dan kelangsungan ibadah.

Bagaimana kita bisa khusyuk beribadah kalau terjadi banjir atau lingkungan tidak sehat

Ibadah haji sebagai simbol kesetaraan

Menag juga menyoroti makna ritual haji yang menekankan kesetaraan di antara umat. Di tanah suci, penggunaan ihram menjadi simbol hilangnya perbedaan status sosial saat menjalankan ibadah bersama.

Di tanah suci semua memakai ihram, tidak ada perbedaan kelas sebagai spiritual untuk menjadi manusia yang saling menghargai

Inovasi pembagian daging kurban ramah lingkungan

Salah satu aksi yang relevan dengan seruan Menag tampak di Jakarta Utara. Kelompok Kerja Jurnalis Jakarta Utara mengambil langkah alternatif saat membagikan daging kurban di kawasan Ancol.

Panitia memilih daun pisang sebagai pembungkus daging kurban untuk mengatasi kenaikan harga plastik sekaligus mengurangi sampah plastik di perkotaan. Langkah ini juga dimaksudkan untuk menerjemahkan pesan Iduladha menjadi tindakan nyata di tingkat lokal.

Selain itu, penggunaan daun pisang juga lebih ramah lingkungan

Kami ingin membantu mengurangi sampah plastik khususnya di wilayah Ibu Kota

Implikasi dan langkah ke depan

Pesan Menag dan praktik pembagian kurban dengan daun pisang menunjukkan ada ruang untuk mengintegrasikan nilai agama dan aksi lingkungan. Selain mengurangi limbah, pendekatan semacam ini mendorong kesadaran kolektif tentang kesalehan sosial.

Kedepan, adopsi alternatif ramah lingkungan dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya penguatan keberlanjutan. Komunitas dan panitia ibadah diharapkan dapat menimbang praktik serupa untuk meminimalkan dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait