Pameran Foto 'Belajar Tanpa Batas' Perkuat Literasi Sekolah Rakyat
Pameran foto dan talkshow bertajuk "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" digelar di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 21–25 Juli 2026. Acara ini menampilkan karya fotografi bertema human interest untuk memperkuat literasi publik tentang Program Sekolah Rakyat dan memperluas pemahaman masyarakat terhadap upaya pemerataan pendidikan.
Agenda dan narasumber
Event menggabungkan pameran dan sesi diskusi. Talkshow menghadirkan Alpha Amirrachman, pengamat pendidikan dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta fotografer senior Arbain Rambey. Selain pameran foto, program juga dimeriahkan fashion show oleh Rumah Quinsa.
- Pameran karya fotografi bertema human interest
- Talkshow dengan narasumber pendidikan dan fotografi
- Penampilan fashion show Rumah Quinsa
Pesan utama narasumber
Alpha Amirrachman menjelaskan bahwa Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari kelompok rentan dengan layanan pendidikan yang lebih komprehensif. Program ini menyasar perluasan akses belajar dan diharapkan menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia serta pemutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. Dirancang untuk menjangkau anak-anak dari kelompok rentan melalui penyediaan layanan pendidikan yang komprehensif,"
"Termasuk penerapan sistem berasrama (boarding school). Sehingga setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi,"
Fotografi sebagai medium komunikasi publik
Arbain Rambey menekankan bahwa fotografi menjadi alat komunikasi visual efektif untuk menjelaskan kebijakan publik dan membangun empati. Ia menilai karya visual memudahkan publik memahami dampak nyata sebuah program secara lebih dekat.
"Fotografi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan substansi kebijakan publik kepada masyarakat. Karya fotografi mampu menghadirkan narasi yang lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan dampak nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik,"
Dampak dan harapan penyelenggara
Penyelenggara menyambut antusiasme tinggi pengunjung dan peserta. Banyaknya karya yang masuk dianggap menjadi tanda bahwa pesan pemerataan pendidikan dapat tersampaikan melalui bahasa visual yang mudah diakses berbagai kalangan.
Melalui pameran ini, publik diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan layak. Penyelenggara berharap kegiatan meningkatkan dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan sesuai visi Asta Cita.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...