Megawati dan Sri Sultan HB X Gelar Jamuan Keluarga di Kraton
Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Kraton Yogyakarta dan menikmati jamuan makan malam bersama Sri Sultan HB X pada Jumat malam, 22 Mei 2026.
Yogyakarta — Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengadakan pertemuan kekeluargaan dengan Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengkubuwono X, di Kraton Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026) malam. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nuansa budaya selama sekitar 3,5 jam.
Pertemuan dan Suasana
Megawati tiba di kompleks Kraton sekitar pukul 19.15 WIB. Ia disambut langsung oleh Sri Sultan HB X bersama permaisuri, GKR Hemas. Suasana menyambut tampak akrab, saat Sultan dan GKR Hemas menyalami para tamu satu per satu.
Pembicaraan berlangsung santai meski berbingkai formalitas istana. Iringan gamelan menambah kehangatan suasana di pendopo, sehingga pertemuan terasa lebih kekeluargaan dan bercita rasa budaya.
Siapa yang Hadir
Pertemuan dihadiri oleh anggota keluarga Kraton dan rombongan Megawati. Beberapa nama yang tampak hadir antara lain:
- GKR Condrokirono
- GKR Bendara
- KPH Purbodiningrat
- M. Prananda Prabowo beserta istri Nancy Prananda
- Pinka Hapsari (cucu Megawati)
- Puti Soekarno dan Romy Soekarno
- Politisi senior PDIP Bintang Puspayoga
Jamuan Budaya: Wedang Semlo dan Gamelan
Sebelum makan malam, tuan rumah menjamu Megawati dan rombongan dengan wedang semlo di area pendopo Kraton. Minuman tradisional itu terbuat dari pisang, jahe, kayu manis, gula jawa, daun pandan, dan sereh. Wedang semlo diketahui sebagai salah satu minuman favorit Sri Sultan HB X.
Iringan musik gamelan melembutkan suasana malam. Obrolan yang awalnya formal berubah cair dan penuh tawa kecil, terutama saat seorang anggota keluarga Kraton melontarkan celetukan ringan.
Santap Malam dan Durasi
Setelah ramah tamah di pendopo, rombongan berpindah ke Pendopo Kraton Kilen untuk santap malam bersama. Dalam jamuan itu, Sri Sultan dan GKR Hemas duduk semeja dengan Megawati, M. Prananda Prabowo, Nancy Prananda, dan GKR Condrokirono.
Pertemuan berlanjut hingga sekitar 3,5 jam, diwarnai perbincangan santai serta suasana kekeluargaan khas Kraton Yogyakarta.
Implikasi dan Makna
Jamuan ini menegaskan relasi kultural dan kekeluargaan antara tokoh politik nasional dan keraton. Pertemuan juga menjadi momen silaturahmi yang menonjolkan nilai budaya, adat, dan tradisi istana Yogyakarta.
Untuk informasi terkait publikasi resmi, pembaca dapat mengunjungi Google News.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kediri Pastikan Solar Subsidi dan Bangun 380 Sumur Submersible
Pemkab Kediri pastikan solar subsidi dan percepat pembangunan 380 sumur submersible untuk antisipasi musim k...
Kediri Percepat Sumur Submersible dan Pastikan Solar Subsidi Petani
Pemkab Kediri pastikan ketersediaan solar subsidi dan percepat pembangunan 380 sumur submersible untuk antis...
Pemkot Evaluasi Konser Denny Caknan yang Berujung Ricuh di SUBEC
Pemkot Surabaya mengevaluasi konser Denny Caknan di SUBEC yang ricuh pada 5 Juli 2026 untuk memperbaiki peng...
Pemkab Sumenep dan Baznas Perbaiki 66 Rumah Layak Huni hingga Juni 2026
Pemkab Sumenep dan Baznas perbaiki 66 rumah hingga Juni 2026 dengan anggaran Rp1,089 miliar untuk mewujudkan...
Hasto Kristiyanto 60 Tahun: Teladan, Pendidikan, dan Keteguhan
Hasto Kristiyanto genap 60 tahun; kader PDI Perjuangan memuji keteladanan, capaian akademik, dan keteguhanny...
PDI Perjuangan Pasuruan Matangkan Pembentukan Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan gelar rakor 5 Juli 2026 untuk menggenjot pembentukan pengurus ranting dan p...