Lokal

Medan: 6 Siswa Keracunan MBG, Penumpang Bawa Sabu, Ekonomi Sumut Timpang

Bagikan:
Ilustrasi RSU IPI Medan, Bandara Kualanamu, dan kantor Gubernur Sumut

Medan — Tiga peristiwa mencuat di Sumatera Utara akhir pekan ini: enam siswa SD keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang calon penumpang ditangkap membawa sabu di Bandara Kualanamu, dan Gubernur mengakui ketimpangan pertumbuhan ekonomi provinsi. Kejadian berlangsung pada Jumat (9/10) dan perkembangan dirilis keesokan harinya.

Enam siswa dirawat akibat keracunan MBG

Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSU IPI) Medan merawat enam siswa SD 060879 yang diduga keracunan setelah mengikuti program MBG, Jumat (9/10). Tim medis melaporkan kondisi pasien membaik dan sebagian sudah boleh pulang.

dr. Mahrani Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp.A.I(K) menyatakan bahwa perbaikan kondisi terlihat sejak malam keesokan harinya. Dua dari enam siswa telah diizinkan pulang karena stabil.

"Total pasien yang kita rawat saat ini ada enam siswa, namun dua pasien sudah diperbolehkan pulang karena menunjukkan perbaikan,"

RSU IPI masih memantau sisa pasien dan melakukan observasi lanjutan untuk memastikan tidak ada komplikasi. Pihak sekolah dan dinas terkait diminta membantu penyelidikan penyebab keracunan.

Calon penumpang ditangkap bawa 621 gram sabu di Kualanamu

Di Bandara Internasional Kualanamu, petugas mencurigai seorang calon penumpang saat pemeriksaan keamanan, Jumat (9/10) sekitar 04.50 WIB. Tersangka berinisial SO (37) warga Kelurahan Nelayan Indah, Medan Labuhan, ditemukan menyembunyikan narkotika jenis sabu di dalam sepatu.

Petugas menemukan 6 bungkus plastik rapi di dalam sepatu tersangka dengan total berat sekitar 621 gram. Pelaku diamankan di area Security Check Point (SCP) untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Gubernur: pertumbuhan ekonomi Sumut belum merata

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengakui bahwa pemulihan ekonomi provinsi masih timpang. Ia menyebut hanya sekitar 10 kabupaten/kota yang mencatat pertumbuhan positif pada 2026, sementara daerah lain, termasuk Kepulauan Nias, tertinggal.

"Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota, tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali dan buruk sekali (pertumbuhan ekonomi), kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias, mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu,"

Pernyataan itu disampaikan saat pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Ameriza Ma’ruf Moesa, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (9/10). Pemerintah daerah diinjak mendorong program pemerataan untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Catatan akhir: Ketiga peristiwa ini menyorot isu kesehatan publik, pengamanan bandar udara, dan tantangan ekonomi daerah. Perkembangan lebih lanjut, termasuk hasil investigasi penyebab keracunan dan proses hukum terhadap tersangka narkoba, akan menjadi perhatian otoritas setempat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait