Bobby Tawarkan Kerja Sama Investasi Jepang di Sumut, Fokus SDM dan Lobster
Medan — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menawarkan peluang kerja sama investasi kepada Jepang pada Jumat, 9 Oktober, di ruang kerjanya. Tawaran meliputi pengembangan SDM, sektor kelautan dan perikanan, serta pariwisata, dengan penekanan pada potensi lobster dari Kepulauan Nias.
Penawaran investasi dan tujuan kunjungan
Pertemuan itu diadakan saat audiensi bersama Konsul Jenderal Jepang untuk Sumatera Bagian Utara, Furugori Toru. Bobby menyatakan investasi Jepang diharapkan dapat memperkuat kapasitas lokal dan membuka akses pasar internasional bagi produk perikanan Sumut.
Pejabat yang mendampingi
Beberapa pejabat pemerintah provinsi yang hadir mendampingi Gubernur antara lain:
- Kepala DPMPTSP Nurbaiti Harahap
- Kepala Dinas Perindag ESDM Deddy JP Harahap
- Kepala Dinas Kominfo Erwin Hotmansah Harahap
- sejumlah pejabat lain dari instansi terkait
Pengembangan SDM sebagai prioritas
Bobby menegaskan Sumut terus meningkatkan kualitas tenaga kerja agar memenuhi kebutuhan pasar kerja Jepang. Tujuannya membuka peluang bagi pekerja asal Sumut untuk menambah keterampilan dan pengalaman di luar negeri.
"Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, dimana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang,"
Kelautan dan perikanan: peluang lobster Nias
Dalam pertemuan itu, Bobby menonjolkan potensi hasil laut Kepulauan Nias, khususnya lobster, sebagai komoditas yang menjanjikan. Ia mengundang delegasi Jepang untuk melakukan kunjungan lapangan agar bisa melihat langsung potensi dan rantai nilai perikanan di kawasan tersebut.
"Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana. Karena program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya adalah hasil laut dan perikanan,"
Respons Konsul Jenderal Jepang
Konsul Jenderal Furugori menyampaikan apresiasi atas perkembangan pembangunan di Sumut. Ia menyebut fokus Jepang mencakup pengembangan SDM, lingkungan, sumber daya energi, dan teknologi pertanian serta pengolahan limbah industri.
"Untuk pengembangan SDM, warga Indonesia yang bekerja di Jepang bisa membawa pengalamannya... Juga ada teknologi pengolahan limbah industri. Termasuk teknologi pertanian sehingga bisa meningkatkan produksi,"
Langkah berikutnya
Furugori mengungkapkan masa tugasnya di Sumut akan segera berakhir, namun berkomitmen meneruskan pembahasan kerja sama kepada penggantinya dan membawa potensi investasi Sumut ke Kedutaan Jepang di Jakarta. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Gubernur sebagai tanda terima kasih dan upaya memperkuat komunikasi demi membuka lebih banyak peluang investasi antara Jepang dan Sumut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
PUPR Banda Aceh Survei 6 Manhole Rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh
Dinas PUPR Banda Aceh temukan enam manhole rusak di Jalan Tgk. Daud Beureueh; dua sudah diperbaiki, sisanya...
Enam Siswa Dirawat, Kondisi Korban Keracunan MBG di Medan Membaik
RSU IPI Medan: enam siswa korban keracunan MBG dirawat, dua sudah pulang setelah kondisi membaik; empat masi...
Sumut Dapat 15.011 Unit Bedah Rumah 2026, Ribuan Belum Diverifikasi
Sumut mendapat 15.011 unit bedah rumah 2026, namun 5.943 unit belum didata; Pemprov diminta percepat koordin...
Gubsu Bobby: Pertumbuhan Ekonomi Sumut Belum Merata, Nias Tertinggal
Gubernur Sumut Bobby Nasution sebut hanya sekitar 10 daerah tumbuh positif 2026; Kepulauan Nias masih tertin...
17 Siswa Keracunan MBG di Medan, Penyebab Masih Diselidiki
17 siswa SD di Medan dirawat setelah makan MBG; SPPG ditutup dan penyebab masih menunggu hasil laboratorium...
Baksos HUT ke-24 Propam: Polres Pematangsiantar Bagikan Sembako
Seksi Propam Polres Pematangsiantar menggelar baksos HUT ke-24, membagikan sembako langsung ke warga di Sian...