Mantan Napi Narkoba Ditangkap Usai Bongkar Ruko di Medan Timur
MEDAN — Seorang mantan narapidana kasus narkoba, Erwin Tobing alias Lae (43), ditangkap setelah membongkar sebuah ruko kosong di Jalan Bambu, Kecamatan Medan Timur, Selasa (15/9). Pelaku kini ditahan di Mapolsek Medan Timur dan menjalani proses hukum atas tindak pembobolan dan pencurian barang dari ruko tersebut.
Penangkapan dan identitas pelaku
Kapolsek Medan Timur, Kompol M Agus Butarbutar, menjelaskan penangkapan dilakukan setelah pemilik ruko, Chandra, melapor bahwa ruko milik orang tuanya telah dibobol. Berdasarkan pemeriksaan, tersangka berusia 43 tahun dan tercatat sebagai mantan narapidana kasus narkoba.
"Dia (Lae) ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Medan Timur atas laporan Chandra yang mengaku ruko milik orang tua telah dibobol pelaku,"
Polisi menangkap Lae saat berada di Jalan Sutomo. Penahanan dilakukan untuk proses penyidikan lebih lanjut di unit reskrim polsek.
Kronologi pembongkaran dan barang hasil curian
Menurut keterangan petugas, Lae bersama beberapa rekannya membongkar ruko yang dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang berada di luar kota. Setelah membongkar, para pelaku mengambil sejumlah barang dari dalam ruko dan menjualnya.
- Membongkar ruko yang kosong
- Mencuri beberapa barang dari dalam ruko
- Menjual barang curian kepada penadah (botot)
"Kebetulan ruko yang dibongkar pelaku itu dalam keadaan tidak ada penghuninya karena berada di luar kota,"
Status penanganan dan pengejaran pelaku lain
Lae ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi menyatakan masih melakukan pengejaran terhadap beberapa rekan pelaku yang disebut ikut terlibat dalam aksi pembongkaran dan pencurian.
"Pelaku dapat ditangkap saat berada di Jalan Sutomo dan telah ditahan di Mapolsek Medan Timur. Sementara dari catatan kepolisian ternyata pelaku merupakan mantan narapidana kasus narkoba,"
Konteks dan implikasi
Kasus ini menyoroti risiko saat properti ditinggal lama tanpa pengamanan. Pemilik ruko yang sering ditinggal di luar kota perlu mempertimbangkan langkah pencegahan tambahan, seperti pengamanan berkala atau sistem pengawasan, untuk mengurangi risiko pembobolan.
Penyidik akan melanjutkan pemeriksaan untuk menguatkan berkas perkara sebelum tahap berikutnya di penuntutan. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap waspada dan melaporkan tindakan mencurigakan ke aparat kepolisian setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Syariat Islam di Aceh Butuh Dukungan Masyarakat, Bukan Hanya Regulasi
Tgk. Bustamam Usman menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh memerlukan dukungan individu dan masyarakat, b...
Bupati Sergai Buka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup
Bupati Sergai Darma Wijaya membuka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup di Perbaungan, 12 tim bersaing...
Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan untuk Pekerja Cuci di Kuta Timu
Wali Kota Sabang kunjungi Siti Rohamah di Kuta Timu dan serahkan bantuan tunai serta peralatan cuci untuk me...
Bupati Asahan Tegaskan Sinergi Pemda Percepat Pembangunan
Bupati Asahan minta sinergi antar Pemda di Rapat Revisi UU 23/2014 untuk percepat pembangunan dan tingkatkan...
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...
Polrestabes Medan Gerebek Rumah di Jalan Jermal, Dua Orang Diamankan
Tim gabungan Polrestabes Medan menggerebek rumah di Jalan Jermal pada 30/10; ditemukan barang bukti narkoba...