Golkar Sumut Serahkan Proses Hukum Dhody Thahir ke Aparat
MEDAN — Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Andar Amin Harahap, menyatakan Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang menjerat kadernya, anggota DPRD Sumut Dhody Thahir (DT), kepada aparat penegak hukum. Pernyataan itu disampaikan saat rapat pleno Partai Golkar, Selasa (15/9), dengan alasan menghormati mekanisme perundang-undangan dan asas praduga tak bersalah.
Pernyataan resmi Golkar Sumut
Andar menegaskan partai tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengulang komitmen partai untuk menunggu tahapan hukum hingga ada kepastian yang berkekuatan tetap sebelum mengambil tindakan organisasi.
Kalau masalah hukum, kita serahkan kepada proses hukum. Tidak ada intervensi dari partai
Andar, yang juga tercatat sebagai anggota Komisi II DPR RI, menegaskan partai menghormati asas praduga tak bersalah. Karena itu, keputusan terkait status keanggotaan atau posisi politik Dhody belum diambil saat ini.
Kebijakan internal dan penerapan aturan
Menurut Andar, Golkar memiliki aturan internal yang mengatur status kader yang tersangkut masalah hukum. Namun penerapan aturan tersebut bergantung pada kepastian hukum, misalnya adanya putusan pengadilan dengan ancaman hukuman tertentu.
Kalau aturan di partai itu nanti ada ketentuannya. Misalnya kalau sudah ada putusan dan ancaman hukumannya lima tahun, itu ada aturannya. Tapi kalau masih tersangka, kan belum
Dengan demikian, partai memilih tidak mengambil langkah politik atau organisatoris secara tergesa-gesa. Andar mengatakan pihaknya akan menunggu sampai terdapat perkembangan hukum yang jelas sebelum menentukan sikap organisasi lebih lanjut.
Status hukum Dhody Thahir
Dhody Thahir saat ini berstatus tersangka dan kasusnya sedang ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Meski demikian, Andar menegaskan status tersangka belum menjadi dasar otomatis untuk menerapkan ketentuan pemberhentian atau pencoretan kader dalam organisasi.
Soal pendampingan hukum, Andar menyebut hingga kini belum ada bantuan hukum formal dari Partai Golkar untuk Dhody. Partai meminta proses hukum berjalan dan akan menilai kembali bila ada putusan berkekuatan hukum tetap.
Implikasi dan langkah ke depan
Sikap Golkar Sumut menunjukkan pendekatan berhati-hati: menjaga legitimasi proses hukum sekaligus melindungi hak politik kader selama belum ada putusan tetap. Ke depan, keputusan organisasi terkait status Dhody akan bergantung pada hasil penyelidikan dan putusan pengadilan.
Partai tetap menyerahkan urusan hukum kepada aparat penegak hukum dan menunggu kepastian hukum sebelum mengambil tindakan organisasi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Galian C Diduga Ilegal Marak di Asahan, Aktivis Desak Penertiban
Aktivitas Galian C diduga ilegal meningkat di Kabupaten Asahan; aktivis mendesak pembentukan tim terpadu unt...
Syariat Islam di Aceh Butuh Dukungan Masyarakat, Bukan Hanya Regulasi
Tgk. Bustamam Usman menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh memerlukan dukungan individu dan masyarakat, b...
Bupati Sergai Buka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup
Bupati Sergai Darma Wijaya membuka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup di Perbaungan, 12 tim bersaing...
Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan untuk Pekerja Cuci di Kuta Timu
Wali Kota Sabang kunjungi Siti Rohamah di Kuta Timu dan serahkan bantuan tunai serta peralatan cuci untuk me...
Bupati Asahan Tegaskan Sinergi Pemda Percepat Pembangunan
Bupati Asahan minta sinergi antar Pemda di Rapat Revisi UU 23/2014 untuk percepat pembangunan dan tingkatkan...
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...