MaiA: Platform AI Permudah Rencana Perjalanan Wisatawan
MaiA, platform berbasis Artificial Intelligence, diluncurkan Kementerian Pariwisata untuk memudahkan wisatawan menyusun rencana perjalanan di Indonesia. Peluncuran diumumkan oleh Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini, pada Rabu, 3 Juni 2026, sebagai bagian upaya digitalisasi sektor pariwisata.
Peluncuran dan tujuan MaiA
MaiA atau Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia hadir sebagai "sahabat digital" bagi pelancong. Menurut Ni Made Ayu Marthini, platform ini resmi dan dirancang untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis digital.
"Kemenpar sudah meluncurkan MaiA. Ini merupakan platform kecerdasan buatan resmi untuk wisatawan,"
Fitur utama platform
MaiA menyediakan fitur otomatis untuk menyusun rencana perjalanan yang dipersonalisasi. Sistem menyesuaikan rute berdasarkan durasi kunjungan dan preferensi pengguna.
- Rekomendasi destinasi sesuai minat: wisata alam, budaya, keluarga, dan petualangan.
- Penyusunan rute otomatis berdasarkan durasi perjalanan.
- Promosi destinasi hidden gem untuk pemerataan kunjungan.
- Dukungan multi-bahasa untuk wisatawan internasional.
Dampak ekonomi dan pemerataan
Ayu menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting bagi ekonomi negara dan daerah. Ia menyebut kontribusi pariwisata mencapai 4,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Sektor pariwisata memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional dan daerah. Sehingga ini tentu menjadi hal yang harus diperhatikan,"
Platform digital seperti MaiA diharapkan meningkatkan kunjungan ke destinasi baru, mendorong permintaan produk lokal, dan memperbesar peran UMKM. Selain itu, pariwisata turut menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai daerah.
Menuju Tourism 5.0
Pemanfaatan MaiA menandai langkah Indonesia memasuki era Tourism 5.0. Inovasi digital dianggap penting untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional dan mendukung transformasi layanan ke wisatawan.
Dengan fitur personalisasi dan promosi destinasi tersembunyi, MaiA ditujukan tidak hanya untuk mempermudah perencanaan perjalanan, tetapi juga untuk memperluas pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. Implementasi lebih lanjut akan menentukan seberapa besar dampak platform ini terhadap kunjungan dan ekonomi lokal.
Berita Terkait
Pelemahan Rupiah Dongkrak Daya Saing Pariwisata Indonesia
Pelemahan rupiah membuat Indonesia lebih murah bagi wisatawan asing, mendorong kunjungan dari Asia meski tan...
Gede Narayana Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat
Gede Narayana resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua KIP menggantikan Arya Sandhiyudha; penetapan melalui rapat...
Pemerintah Siapkan Sanksi Publik bagi Pelanggar Uji Tuntas HAM
KemenHAM siapkan sanksi, termasuk publikasi identitas, bagi perusahaan >2.000 pekerja yang tak lapor uji tun...
DPR: Diplomasi Presiden Kunci Hadapi Tantangan Geopolitik
DPR menilai diplomasi presiden penting hadapi gejolak geopolitik; masukan publik layak dipertimbangkan, tapi...
UNDP: Uji Tuntas HAM Kini Wajib bagi Perusahaan Global
UNDP: uji tuntas HAM kini mengikat secara hukum dan jadi tuntutan investor; perusahaan Indonesia harus terap...
PNM Buka Ruang Pintar Pojok Baca di Pulau Rinca
PNM mendirikan Ruang Pintar Pojok Baca di Pulau Rinca (3 Mei 2026) untuk memperluas akses literasi anak-anak...