Yenny Wahid Terpilih Ketua Umum KOWANI dalam KLB 3 Juni 2026
Yenny Wahid terpilih sebagai Ketua Umum baru Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) melalui pemungutan suara pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Gedung The Tribrata, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026. Keputusan itu diambil setelah pemungutan suara yang memenuhi kuorum konstitusional. Kepemimpinan baru diharapkan memperkuat peran organisasi perempuan terbesar di Indonesia menjelang abad keduanya.
Hasil kongres dan mandat kepengurusan
KLB menetapkan Yenny Wahid sebagai pemimpin periode mendatang. Dalam sambutannya ia menegaskan mandatnya tidak hanya memimpin organisasi, tetapi juga memperluas peran KOWANI untuk menjawab kebutuhan perempuan Indonesia masa kini. Pemilihan berlangsung tertib dan sesuai mekanisme organisasi.
"Ini bukan kemenangan satu orang, ini kemenangan seluruh perempuan Indonesia yang tidak mau melihat rumah besar mereka runtuh. KOWANI adalah amanah, dan di abad kedua ini, amanah itu akan kami emban dengan lebih kuat, lebih luas, dan lebih inklusi," ujar Yenny Wahid usai terpilih.
Lima misi prioritas kepengurusan
Yenny memaparkan lima misi utama yang akan menjadi arah program kerja. Kelima misi tersebut dirancang sebagai fondasi transformasi organisasi.
- Rekonsiliasi dan penguatan tata kelola organisasi untuk meningkatkan transparansi dan kebersamaan.
- Pembukaan ruang partisipasi setara bagi semua elemen organisasi agar tidak ada pihak yang tersisih.
- Pemberdayaan ekonomi perempuan lewat pelatihan, pengembangan kewirausahaan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital.
- Perkuatan perlindungan perempuan dan anak melalui advokasi kebijakan, pencegahan kekerasan, dan sistem pendampingan korban.
- Pengembangan kepemimpinan perempuan generasi baru untuk mencetak pemimpin yang kompeten, tangguh, dan inklusif.
Program dan dampak yang diharapkan
Kepengurusan baru menargetkan program yang operasional dan terukur. Fokusnya meliputi pelatihan kewirausahaan, pembentukan jaringan usaha perempuan, serta peningkatan literasi digital. Langkah-langkah ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi perempuan di berbagai daerah.
Di sisi perlindungan, KOWANI akan memperkuat advokasi kebijakan dan mekanisme pendampingan korban untuk mengurangi angka kekerasan berbasis gender.
Agenda internasional
KOWANI juga berencana menghidupkan kembali keterlibatan internasional organisasi. Dengan status konsultatif di ECOSOC PBB, organisasi ingin membawa aspirasi perempuan Indonesia ke forum global dan memperluas peran diplomasi serta advokasi isu perempuan.
Pandangan ke depan
Kepemimpinan Yenny Wahid diharapkan mempercepat penguatan peran strategis KOWANI sebagai mitra pemerintah sekaligus wadah inklusif bagi kemajuan perempuan Indonesia. Organisasi menargetkan peningkatan partisipasi perempuan dari berbagai latar wilayah dan sosio-ekonomi untuk menjamin kesinambungan kepemimpinan perempuan di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bulog Catat Pengadaan Beras 3,5 Juta Ton hingga 24 Juli 2026
Bulog mencatat pengadaan setara beras mencapai 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026, mendekati target 4 juta ton...
Anggota KDMP Nuar Maju Tembus 130, Koperasi Tawarkan Harga Murah
KDMP Nuar Maju kini memiliki 130 anggota aktif; koperasi menawarkan harga lebih murah dan hak atas SHU sebag...
Komisi VI DPR Tekankan Peran BUMN Perkuat Ekosistem Maritim
Komisi VI DPR dorong peran BUMN untuk memperkuat ekosistem maritim lewat konsolidasi, penguatan PT PAL, dan...
Kemendikdasmen Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan 2026
Kemendikdasmen memastikan SDN Tanggirejo Grobogan akan direvitalisasi pada 2026 setelah bangunan sekolah rob...
Wamenkomdigi: Indonesia Harus Cepat Masuk Rantai Pasok AI
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan Indonesia harus cepat masuk rantai pasok AI, fokus pada pusat data, GPU...
Kapolri Cup 2026 Perkuat Sinergi dan Pembinaan Atlet Menembak
Kapolri Cup 2026 menjadi ajang sinergi lintas lembaga dan pembinaan atlet menembak, dihadiri personel Polri,...