DPRD Lumajang Dorong Optimalisasi UHC dan Reformasi Pendidikan
LUMAJANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang meminta langkah strategis dari pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan dan reformasi pendidikan. Ketua Komisi D DPRD Lumajang, Supratman, mengusulkan optimalisasi Universal Health Coverage (UHC) dengan target minimal 80 persen pasien Puskesmas tercakup BPJS Kesehatan, serta penataan tenaga pendidik dan pengadaan seragam gratis bagi siswa.
Optimalisasi UHC dan dukungan APBD
Supratman menekankan bahwa pencapaian target kepesertaan BPJS Kesehatan pada layanan Puskesmas membutuhkan dukungan anggaran daerah. Ia menyebut sumber pendanaan harus bersumber dari APBD melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Tentu ini harus disokong penuh oleh APBD, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD),"
Langkah ini bertujuan menurunkan beban biaya berobat masyarakat dan meningkatkan akses layanan primer yang berkualitas di seluruh kecamatan.
Kemandirian medis: tambah poli dan kurangi rujukan keluar
Selain penguatan jaminan kesehatan, DPRD meminta penambahan jumlah poli di rumah sakit milik daerah. Penambahan ini dimaksudkan agar fasilitas kesehatan setempat mampu menangani beragam kasus tanpa harus merujuk pasien ke luar kota.
"Harapan ke depan, tidak hanya menyelamatkan masyarakat Lumajang agar tidak perlu berobat ke luar kota, tetapi bagaimana rumah sakit kita justru bisa menjadi rujukan bagi masyarakat dari luar daerah,"
Menurut DPRD, pengurangan rujukan tidak hanya menghemat waktu dan biaya pasien, tetapi juga meningkatkan reputasi pelayanan kesehatan Kabupaten Lumajang.
Penataan tenaga pendidik dan seragam gratis
Di sektor pendidikan, Supratman mengusulkan penataan penempatan kepala sekolah dan guru SD/MI serta SMP/MTs berdasarkan kedekatan geografis domisili. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas pembelajaran dengan mengurangi beban perjalanan guru.
"Ini penting untuk meningkatkan efisiensi waktu, mencegah kelelahan fisik akibat perjalanan jauh, serta memastikan dedikasi dan fokus guru sepenuhnya tercurah pada tugas pendidikan,"
DPRD juga menegaskan komitmen soal keterjangkauan pendidikan. Pemerintah daerah diminta memastikan pembagian seragam bagi siswa baru disediakan secara gratis tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.
Langkah tindak lanjut dan implikasi
Usulan DPRD ini membuka agenda kerja yang jelas bagi pemerintah kabupaten, mulai dari penyusunan anggaran hingga penataan sumber daya manusia. Implementasi rekomendasi akan memerlukan kolaborasi antar dinas terkait dan pengawasan DPRD untuk memastikan manfaat langsung bagi masyarakat Lumajang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Sampang Distribusikan Air dan Gelar Salat Istisqa
DPC PDI Perjuangan Sampang mendistribusikan air bersih dan menggelar salat Istisqa di Desa Labuhan, Sreseh,...
BUMDes dan Koperasi Tani Didorong Jadi Kunci Atasi Kemiskinan Tuban
Ony Setiwan mendorong optimalisasi BUMDes dan koperasi tani di Tuban untuk tingkatkan pendapatan desa dan ku...
Optimalkan BUMDes dan Koperasi, Ony Dorong Pengentasan Kemiskinan Tuban
Ony Setiwan minta optimalisasi BUMDes, koperasi tani, infrastruktur, dan akses pembiayaan untuk entaskan kem...
APBN 2027: Rp4.106T untuk Perlindungan dan Kesejahteraan Rakyat
APBN 2027 menempatkan Rp4.106,3 triliun untuk pertumbuhan, perlindungan sosial, pendidikan, pangan, dan peme...
Gandrung Sewu 2026: Latihan Gabungan Ribuan Penari di Banyuwangi
Ribuan penari menggelar latihan gabungan perdana di Banyuwangi menjelang Gandrung Sewu 2026 yang digelar 24...
DPRD Batu Minta Bahas Tuntas Piutang Pajak Rp24,4 M
DPRD Kota Batu dukung penyelesaian piutang pajak Rp24,4 miliar, tapi minta mekanisme dibahas bersama agar ta...