LPDB Dukung Hilirisasi Gula Berbasis Koperasi di Kediri
Menteri Koperasi Ferry Juliantono hadir pada penandatanganan kerja sama strategis antara Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, dan PT Indogula Jayabaya di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026). Tujuannya memperkuat hilirisasi gula berbasis koperasi untuk mengurangi impor dan meningkatkan produksi nasional.
Kemitraan terintegrasi dari hulu ke hilir
Kolaborasi ini membangun rantai nilai yang menghubungkan petani tebu, koperasi pemasaran, industri pengolahan, dan jaringan distribusi. Pendekatan terintegrasi diharapkan memperkuat posisi petani dalam rantai pasok dan menambah nilai komoditas di tingkat lokal.
Hadir mendampingi Menteri Koperasi antara lain Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi, serta Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto. Koperasi KANA sebelumnya menerima pembiayaan dana bergulir LPDB pada 2025 dan kini mengembangkan industri gula melalui PT Indogula Jayabaya di Kediri.
Peran koperasi dan LPDB
Menteri Koperasi menekankan model kemitraan koperasi sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan mewujudkan swasembada gula. Ia mengingatkan koperasi tidak hanya berperan pada pembiayaan, tetapi juga dalam produksi, pengolahan, dan distribusi.
Kerja sama ini menunjukkan koperasi mampu menjadi pelaku utama dalam sektor produksi, distribusi, dan hilirisasi untuk memperkuat ekonomi rakyat. Koperasi perlu terus didorong agar tidak hanya bergerak pada sektor pembiayaan, tetapi juga berperan dalam produksi, pengolahan, dan distribusi.
Untuk menuju swasembada gula sesuai arahan Presiden, kita akan mengurangi impor gula dan pada sisi lain menggenjot produksi gula nasional
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyambut positif kemitraan ini. Menurutnya, pembiayaan yang dikombinasikan dengan model bisnis terintegrasi menciptakan koperasi modern dan berkelanjutan serta mendorong tumbuhnya industri berbasis koperasi yang memberi nilai tambah bagi anggota dan petani.
LPDB Koperasi tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai katalisator pengembangan ekosistem usaha koperasi. Kerja sama antara Koperasi KANA, Koperasi Putra Harapan Jaya, dan PT Indogula Jayabaya menjadi contoh nyata bagaimana pembiayaan koperasi dapat mendorong tumbuhnya industri berbasis koperasi yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi anggota dan petani
Target dan dampak
Melalui kerja sama ini, pihak terkait menargetkan terbentuknya rantai pasok gula nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. Fokusnya meliputi peningkatan produktivitas tebu, kapasitas pengolahan gula, serta akses pasar yang lebih baik bagi produk berbasis koperasi.
Manfaat yang diharapkan antara lain pengurangan ketergantungan impor, penciptaan lapangan kerja lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar pabrik di Kabupaten Kediri.
Pelajaran bagi pengembangan koperasi sektor riil
Krisdianto berharap kemitraan ini menjadi role model bagi pengembangan koperasi sektor riil di daerah lain. Jika berhasil, model integrasi produksi-pengolahan-pemasaran berbasis koperasi dapat mempercepat transformasi ekonomi lokal dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan pembiayaan dan sinergi antaraktor, ekosistem koperasi diharapkan berperan aktif dalam membangun industri gula yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...