Mendikdasmen: Literasi Kritis Lebih dari Sekadar Baca Tulis
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa makna literasi harus berkembang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Pernyataan disampaikan saat Webinar Peringatan Hari Aksara Internasional di Jakarta, Selasa, 8 September 2026. Ia menyebut perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan kecerdasan buatan membuat masyarakat perlu menguasai kemampuan memahami informasi secara kritis dan reflektif.
Makna literasi di era digital
Mu’ti menilai literasi kini menuntut kecakapan baru dalam memilah dan memahami konten yang beredar. Menurutnya, tanpa kemampuan kritis, konsumsi informasi berisiko menghasilkan salah paham dan disinformasi.
"Literasi tidak lagi cukup dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat perlu memahami informasi secara kritis dan berpikir reflektif terhadap konten yang dikonsumsi," ujar Mu’ti.
Literasi kritis juga mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, menilai sumber informasi, dan menerapkan pengetahuan untuk memperbaiki kualitas hidup.
Penguatan lewat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat
Untuk menjadikan literasi bagian dari hidup sehari-hari, Mu’ti mengajak berbagai pemangku kepentingan bekerja bersama. Ia menyebut peran sekolah, keluarga, komunitas, dan pemerintah daerah sebagai kunci penguatan.
Mu’ti menekankan pentingnya lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat, sehingga pengetahuan dapat digunakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungan.
Tantangan nyata dan dampak literasi
Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengingatkan bahwa tantangan literasi kini semakin luas. Ia menyoroti perlunya kemampuan memilah informasi benar dari yang menyesatkan.
"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca huruf, tetapi kemampuan membaca kehidupan. Kita harus mampu membaca informasi, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak," kata Tatang.
Tatang menilai ukuran keberhasilan literasi tidak lagi hanya kemampuan teknis membaca dan menulis. Ia menekankan literasi harus berdampak pada kemandirian, kepercayaan diri, dan kualitas hidup masyarakat.
Momentum perubahan
Dalam penutup pidatonya, Tatang menyerukan agar momentum September 2026 dipakai untuk menggeser cara pandang terhadap literasi — dari sekadar membaca menjadi tindakan yang membawa kesejahteraan.
"Mari jadikan September 2026 sebagai momentum, dari membaca menjadi memahami, dari memahami menjadi peduli. Kemudian dari peduli menjadi bergerak, dan dari gerakan itulah lahir kesejahteraan," ujarnya.
Dengan penekanan pada literasi kritis dan kolaborasi lintas elemen, Kementerian berharap kemampuan tersebut memberi efek jangka panjang bagi kualitas pendidikan dan ketahanan informasi nasional. Upaya berikutnya diarahkan pada program yang mengintegrasikan literasi digital, penilaian sumber, dan pembelajaran sepanjang hayat di semua jenjang pendidikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...