Dinas Sosial Aceh Perkuat Literasi Kesehatan untuk ASN
BANDA ACEH — Dinas Sosial Aceh menggelar Sosialisasi dan Edukasi Layanan Kesehatan bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Kamis, 2 Juli, di Aula Dinas Sosial Aceh. Kegiatan bertema "Peningkatan Literasi Kesehatan melalui Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Gangguan Lambung pada Diabetes Mellitus Tipe 2" bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan akses layanan kesehatan ASN.
Pembukaan dan tujuan kegiatan
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Oktaviano, S.STP, mewakili Kepala Dinas Sosial. Hadir mendampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar, A.Ks M.Si, dan Kepala Subbagian Hukum dan Kepegawaian Umum, Agusni, SE. Peserta terdiri dari pegawai di lingkungan Dinas Sosial Aceh.
"Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kompetensi dan integritas, tetapi juga oleh kondisi kesehatan para aparatur,"
Michael menegaskan bahwa ASN yang sehat akan mampu memberikan pelayanan publik secara optimal, profesional, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan dianggap sebagai investasi penting bagi setiap pegawai.
Materi dan narasumber
Narasumber utama, Neneng Desiana, SKM., MPH, memaparkan layanan eksekutif RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pemaparan mencakup layanan unggulan rumah sakit, alur pelayanan, dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Sesi lainnya fokus pada edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan gangguan lambung pada Diabetes Mellitus Tipe 2. Materi disusun untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam penanganan kondisi darurat dan pencegahan penyakit.
Respons peserta dan diskusi
Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Diskusi interaktif berlangsung intens dan menjadi ruang berbagi pengalaman antara narasumber dan pegawai. Topik diskusi meliputi langkah pencegahan penyakit, prosedur tanggap darurat, serta pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal.
Makna bagi pelayanan publik
Dinas Sosial Aceh berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran pegawai tentang pentingnya menjaga kesehatan pribadi dan keluarga. ASN yang memiliki pengetahuan kesehatan diharapkan menjadi agen edukasi di lingkungan kerja, rumah tangga, dan masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat, tanggap, dan profesional. Langkah tersebut sejalan dengan target Pemerintah Aceh untuk menghadirkan pelayanan publik berkualitas melalui aparatur yang kompeten dan produktif.
Kegiatan sosialisasi menandai komitmen berkelanjutan Dinas Sosial Aceh dalam memperkuat sumber daya manusia melalui peningkatan literasi kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas layanan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...