Bupati Aceh Besar: Hari Buku Nasional Dorong Literasi dan Gairah Baca
Bupati Aceh Besar Muharram Idris meminta agar peringatan Hari Buku Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan gairah membaca dan literasi di Kabupaten Aceh Besar. Pernyataan itu disampaikan saat Muharram bertindak sebagai Inspektur Upacara di Halaman Kantor Bupati, Kota Jantho, pada Senin, 18 Mei.
Hari Buku Nasional sebagai ajang peningkatan literasi
Muharram menegaskan peringatan hari buku harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran buku dalam ekosistem pendidikan dan budaya baca. Ia mengingatkan bahwa tanggal 17 Mei dipilih karena bertepatan dengan berdirinya Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980.
"Peringatan Hari Buku Nasional harus menjadi momentum penting untuk memantapkan peran buku dalam upaya peningkatan literasi di Aceh Besar,"
Data BPS: minat baca terus meningkat
Dalam sambutannya, Muharram mengutip data resmi yang menunjukkan tren kenaikan minat baca di tingkat nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional mencapai angka 72,44 persen.
"Menurut data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) tahun 2024, Tingkat Kegemaran Membaca di Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, dimana angka nasional pada tahun 2024 telah menembus 72,44,"
Tantangan dan langkah kolaboratif
Meski ada kenaikan kuantitas, durasi, dan frekuensi membaca, Muharram mengakui masih banyak tantangan dalam penguatan budaya literasi. Ia menekankan perlunya strategi berkelanjutan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Menurut Muharram, keberhasilan program literasi bergantung pada sinergi lintas sektor. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, sektor swasta, dan komunitas literasi untuk membangun ekosistem yang mendukung.
"Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta dan aktivis literasi menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem literasi berkelanjutan,"
Arah kebijakan dan harapan ke depan
Pemerintah daerah diminta meningkatkan program promosi baca, memperluas akses perpustakaan, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pembaca muda. Muharram mengingatkan bahwa literasi bukan hanya soal membaca, melainkan juga membuka peluang kemajuan dan daya saing.
Dengan langkah terencana dan dukungan lintas sektor, Aceh Besar diharapkan dapat meningkatkan kualitas literasi dan menumbuhkan generasi pembaca yang lebih kuat.
Berita Terkait
IAKN Tarutung Lantik 69 Pejabat, Prodi PPG Bidik Akreditasi Unggul
IAKN Tarutung melantik 69 pejabat (8/6) untuk konsolidasi kepemimpinan dan percepatan transformasi menjadi U...
Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Ancaman Megathrust di Sumut
Gubsu Bobby Nasution menekankan mitigasi ancaman Megathrust untuk lindungi masyarakat Sumut dan stabilitas d...
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77,836 kg Ganja dan 1,122 kg Sabu
Polres Pematangsiantar memusnahkan 77.836,92 gram ganja dan 1.122,69 gram sabu pada 9 Juni sebagai bagian da...
36 Pedagang Minta Perlindungan Presiden, Pemkab Deliserdang Rencanakan Pengosongan Ruko
36 pedagang minta perlindungan Presiden setelah Pemkab Deliserdang rencanakan pengosongan ruko di sekitar De...
PN Medan Tunda Putusan Kasus Suap Proyek Kereta DJKA
PN Medan menunda putusan tiga terdakwa kasus suap proyek kereta Medan–Binjai–Aceh karena hakim belum menyele...
Tirtanadi Minta Maaf, Distribusi Air Terganggu di Medan
Perumda Tirtanadi minta maaf atas gangguan distribusi air di Medan sejak 9 Juni akibat pemadaman listrik; pe...