Wamendikdasmen Lepas 36 Kontingen Indonesia ke WorldSkills Shanghai 2026
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq melepas 36 peserta kontingen Indonesia menuju WorldSkills Competition 2026 di Shanghai, Selasa, 15 September 2026. Kontingen terdiri atas 20 kompetitor yang didukung oleh 16 expert, bertujuan menunjukkan kemampuan talenta vokasi Indonesia di panggung global.
Pelepasan dan komposisi kontingen
Upacara pelepasan dilakukan untuk menandai keberangkatan delegasi yang telah melalui seleksi ketat. Para peserta berasal dari alumni SMK, politeknik, dan beberapa yang sudah bekerja di industri.
Syarat usia maksimal untuk berlaga adalah 21 tahun. Mereka dipilih melalui Lomba Kompetensi Siswa dan seleksi tingkat nasional, lalu menjalani program pelatihan intensif.
Harapan dan target prestasi
Fajar menegaskan bahwa WorldSkills adalah arena untuk memamerkan keterampilan vokasi. Ia berharap delegasi Indonesia tidak hanya meraih medali, tetapi juga membawa dampak positif bagi pengembangan pendidikan vokasi.
"Indonesia punya kesempatan menunjukkan bahwa kita memiliki talenta-talenta terbaik. Kemampuan mereka tidak kalah keren dibandingkan negara-negara lain,"
Fajar menambahkan bahwa capaian pada WorldSkills 2024 di Lyon menjadi modal untuk meningkatkan capaian di Shanghai.
Persiapan dan pembinaan
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyatakan peserta menjalani pelatihan antara enam hingga sembilan bulan bersama mitra industri dan balai vokasi.
"Masa pelatihannya ada yang enam bulan hingga sembilan bulan,"
Menurut Tatang, pembinaan melibatkan perusahaan multinasional dan institusi berjejaring internasional agar standar latihan sesuai kebutuhan kompetisi dunia.
Bidang lomba dan tantangan
Indonesia akan berkompetisi pada 17 bidang, antara lain:
- Memasak
- Teknologi web
- Mekatronika
- Sejumlah keterampilan vokasi lainnya
Namun, belum semua bidang dapat diikuti karena beberapa memerlukan waktu persiapan lebih panjang. Contoh yang disebutkan adalah pengelasan bawah air yang membutuhkan pembinaan khusus.
"Ada beberapa bidang yang masih cukup berat untuk kita ikuti, seperti pengelasan bawah air,"
Impak jangka panjang
Pejabat menyatakan pengalaman kompetisi menjadi sumber praktik terbaik yang dapat diadopsi ke sistem pendidikan vokasi nasional. Selain medali, transfer pengetahuan dan jejaring internasional menjadi ukuran keberhasilan.
Dengan bekal pelatihan intensif dan dukungan industri, kontingen diharapkan kembali tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga kontribusi nyata bagi penguatan mutu pendidikan vokasi Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPOM Dorong Ketahanan Kesehatan: Rakyat Sehat, Negara Kuat
Kepala BPOM Taruna Ikrar dorong penguatan kesehatan masyarakat sebagai fondasi ketahanan nasional saat dialo...
Qodari Yakin Suahasil Bisa Jaga Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi
Muhammad Qodari optimistis Suahasil Nazara mampu menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi setelah dilantik...
DJKI Sesuaikan Pemeriksaan Paten Terkait Putusan MK
DJKI menyesuaikan pemeriksaan dan banding paten pasca putusan MK pada 15 September 2026 untuk memperkuat kep...
Pemerintah Perbaiki Data Sosial dengan DTSEN, 4,33 Juta KPM
Pemerintah perbarui DTSEN untuk perbaiki penyaluran bansos; 4,33 juta KPM baru tercatat dan warga yang sebel...
Kementan Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan
Kementan memastikan stok beras nasional aman untuk 10 bulan, didukung standing crop, cadangan rumah tangga-h...
Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI untuk Perkuat Koordinasi
Kapolda Metro Jaya dan pimpinan DPRD DKI bertemu 15 Sept 2026 untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam...