Lapas Lhoksukon Usulkan 292 WBP Dapat Integrasi dan Remisi
LHOKSUKON – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bersama Bapas Lhokseumawe dan Kanwil Ditjenpas Aceh pada Kamis (16/7). Sidang membahas usulan program integrasi serta pemberian remisi umum menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Pertemuan ini bertujuan memastikan hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terpenuhi sesuai regulasi dan prosedur administratif.
Pelaksanaan Sidang TPP
Sidang berlangsung khidmat dan dipimpin Ketua Tim TPP Lapas Kelas IIB Lhoksukon, didampingi seluruh anggota tim. Hadir pula Tim Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Kelas II Lhokseumawe dan perwakilan Kanwil Ditjenpas Aceh. Pertemuan menekankan penilaian obyektif terhadap perilaku dan kelengkapan administrasi setiap WBP sebelum pengusulan ke pusat.
Keputusan Utama Sidang
Berdasarkan evaluasi rekam jejak pembinaan dan kelengkapan berkas, sidang menghasilkan beberapa keputusan penting. Berikut ringkasan hasil pengusulan yang disepakati:
- Program Integrasi: Sebanyak 39 orang dinilai memenuhi syarat substantif dan administratif untuk diusulkan memperoleh program integrasi, termasuk Pembebasan Bersyarat (PB) atau Cuti Bersyarat (CB).
- Remisi Umum Pertama: Sebanyak 35 orang diusulkan mendapatkan Remisi Pertama menjelang 17 Agustus karena telah memenuhi kriteria masa pidana minimal.
- Remisi Umum Lanjutan: Sebanyak 218 orang diusulkan menerima Remisi Umum Lanjutan dalam rangka peringatan HUT RI.
Kolaborasi Antarinstansi
Kolaborasi langsung antara Lapas Lhoksukon, Bapas Lhokseumawe, dan Kanwil Ditjenpas Aceh dinilai krusial untuk mempercepat proses verifikasi dan pengusulan hak WBP. Proses bersama ini juga dimaksudkan meningkatkan transparansi dan akurasi data administrasi.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Keputusan sidang akan diteruskan ke instansi pusat sesuai prosedur untuk tahap verifikasi akhir. Jika disetujui, puluhan WBP dapat segera menikmati haknya, baik melalui langkah integrasi maupun pengurangan masa hukuman lewat remisi. Kegiatan ini sekaligus menjadi tolok ukur penerapan mekanisme pembinaan yang berorientasi pada hak asasi dan reintegrasi sosial.
Sidang TPP menunjukkan alur penilaian yang sistematis dan kolaboratif sehingga proses administratif dan substansial bagi WBP dapat berjalan lebih akurat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pendaftaran FASI Aceh Timur Diperpanjang sampai 15 November 2026
Pendaftaran FASI VI Kabupaten Aceh Timur diperpanjang sampai 15 November 2026 untuk memberi waktu kecamatan...
Husni: Pemahaman Konstitusi Kunci Jaga Persatuan
H.M. Husni menilai pemahaman konstitusi kunci menjaga persatuan dan memperkuat demokrasi, disampaikan pada S...
IPHI Aceh Peringati Maulid dan Santuni 54 Anak Yatim
IPHI Aceh menggelar Maulid Nabi dan santuni 54 anak yatim di Banda Aceh, sekaligus tausiyah tentang akhlak R...
DPRK Banda Aceh Ajak Pelajar Ikut Pelatihan Konten Kreator
Ketua DPRK Banda Aceh dorong pelajar SMA/SMK ikuti pelatihan konten kreator untuk promosi UMKM, pariwisata,...
Sabam Minta HKTI Perjuangkan Aspirasi Petani di Humbahas
Sabam Rajagukguk minta HKTI aktif menjembatani kebutuhan petani saat Rakercab HKTI Humbahas di Lintongnihuta...
Polres Aceh Timur Gelar "Minggu Kasih" di Vihara Murni Sakti
Polres Aceh Timur menggelar Minggu Kasih di Vihara Murni Sakti, Idi, untuk memperkuat komunikasi dan kerukun...