Sumut Bangun Gudang Logistik di Pelabuhan Roro Gunungsitoli
GUNUNGSITOLI — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan akan membangun gudang logistik di kawasan Pelabuhan Roro, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Pengumuman itu disampaikan saat peninjauan lokasi pada Kamis (16/7). Fasilitas ini dimaksudkan sebagai simpul pengendalian pasokan untuk mengantisipasi gangguan distribusi dan menjaga ketersediaan komoditas strategis di Kepulauan Nias.
Fungsi dan tujuan pembangunan
Bobby mengatakan gudang tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengendalian distribusi barang bagi seluruh wilayah Kepulauan Nias. Kehadiran fasilitas diharapkan menekan biaya distribusi dan mempercepat penyaluran barang ke daerah-daerah terpencil.
Ia menekankan pentingnya fungsi gudang saat cuaca buruk mengganggu jalur pelayaran dari Sumatera. Dengan adanya simpul logistik, stok bahan pokok dan komoditas strategis di pulau-pulau diharapkan lebih terjaga.
Perencanaan melibatkan BPS
Untuk mematangkan perencanaan, Pemprov Sumut berencana menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) guna memetakan arus komoditas keluar-masuk wilayah Kepulauan Nias. Data itu akan menjadi dasar tata kelola dan ukuran kapasitas gudang yang dibutuhkan.
“Untuk ini kita perlu kerjasama dengan pihak BPS (Badan Pusat Statistik), untuk mengukur sejauh mana arus komoditas di sini,”
Potensi lokasi dan kapasitas kawasan
Bobby menilai kawasan Pelabuhan Roro strategis karena terhubung dengan baik melalui akses darat ke seluruh wilayah Kepulauan Nias. Posisi itu menjadikan pelabuhan cocok untuk dijadikan pusat logistik provinsi di kawasan.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Setiawan, merinci luas total kawasan Pelabuhan Roro sekitar 25.915 meter persegi. Area itu terbagi ke dalam beberapa zona sebagai berikut:
| Zona | Luas (m²) |
|---|---|
| Zona gudang | 5.668 |
| Area parkir | 3.205 |
| Zona terminal | 4.510 |
| Zona utilitas | 2.977 |
Target pengerjaan dan harapan
Pemprov Sumut menargetkan pembangunan dan pengembangan kawasan Pelabuhan Roro dimulai pada tahun ini. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem logistik dan pengendalian pasokan barang di Kepulauan Nias.
“Pastikan ini bisa berfungsi dengan baik, dan bisa menjadi sarana pengendalian pasokan bahan pokok dan bahan strategis lain. Karena kendala di sini, masalah cuaca yang mengganggu proses distribusi barang dari pulau Sumatera,”
Dengan infrastruktur penyimpanan yang memadai, pemerintah daerah berharap distribusi menjadi lebih andal saat cuaca buruk. Langkah ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efisiensi logistik dan ketersediaan pasokan yang lebih stabil.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Ratusan warga Aceh Besar menerima beras Bulog periode Juli–September 2026; 39 nama hilang dari data sementar...