Warga Keluhkan Jalan Rusak, Polda Ungkap Kelangkaan BBM, Terdakwa Dituntut 10 Tahun
Warga Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, mengeluhkan kondisi Jl. Pasar V Timur yang rusak meski mereka telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Keluhan ini muncul bersamaan dengan pengungkapan penyebab kelangkaan BBM oleh Polda Sumatera Utara dan tuntutan 10 tahun penjara terhadap terdakwa kasus pembunuhan anak kepling di Medan pada Kamis (16/7).
Warga tuntut perbaikan jalan meski sudah bayar PBB
Warga di kawasan Medan Estate menyatakan kekecewaan karena akses utama mereka rusak dan sulit dilalui. Mereka menegaskan telah memenuhi kewajiban membayar PBB, namun perbaikan jalan belum kunjung dilakukan. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas warga dan biaya perawatan kendaraan yang meningkat.
Sejumlah warga meminta pemerintah setempat segera menyusun prioritas pemeliharaan jalan dan menjelaskan alokasi anggaran. Permintaan itu disampaikan untuk mencegah penurunan kualitas hidup dan gangguan aktivitas ekonomi harian.
Polda Sumut angkat bicara soal antrean BBM
Polda Sumatera Utara mengungkap penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak yang membuat masyarakat mengantri di SPBU dalam beberapa hari terakhir. Pengungkapan ini diharapkan memberi kepastian kepada publik mengenai sumber masalah distribusi BBM.
Antrean panjang di sejumlah SPBU mempengaruhi aktivitas warga dan bisnis kecil. Polda mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait stok dan jadwal distribusi BBM.
Terdakwa pembunuhan anak kepling dituntut 10 tahun penjara
Arif Al Qurniawan, terdakwa kasus pembunuhan terhadap Rio Ade, anak kepala lingkungan XI di Kelurahan Sunggal, dituntut 10 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (16/7). Tuntutan itu disampaikan jaksa setelah proses persidangan berlangsung di pengadilan negeri setempat.
Perkara ini menarik perhatian publik lokal karena melibatkan korban anak dan pejabat lingkungan. Proses hukum selanjutnya akan menentukan putusan pengadilan dan konsekuensi pidana bagi terdakwa.
Ketiga isu ini — kondisi infrastruktur, ketersediaan energi, dan proses peradilan pidana — menunjukkan pasangan tantangan yang berdampak langsung pada kehidupan warga di wilayah Medan. Pemangku kebijakan di tingkat lokal dan provinsi perlu mempercepat respons untuk meredam dampak sosial dan ekonomi yang muncul.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Ratusan warga Aceh Besar menerima beras Bulog periode Juli–September 2026; 39 nama hilang dari data sementar...