Lamongan Luncurkan IN-KOMPPAK untuk Tekan Perkawinan Anak
LAMONGAN — Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak dengan meluncurkan inovasi digital IN-KOMPPAK. Inovasi ini menghadirkan dashboard terbuka untuk memantau data dispensasi kawin secara real-time, sebagai bagian dari strategi menurunkan angka pernikahan dini di wilayah tersebut.
Dashboard IN-KOMPPAK dan data dispensasi
IN-KOMPPAK atau Inovasi Komunikasi dan Pemantauan Pencegahan Perkawinan Anak memungkinkan publik mengakses data pengajuan dispensasi kawin (Diska). Pemerintah daerah berharap keterbukaan data meningkatkan akurasi pemantauan dan respons cepat lintas sektor.
"Kami mengedepankan keterbukaan informasi melalui IN-KOMPPAK. Dashboard ini memungkinkan masyarakat untuk memantau data secara real-time. Berdasarkan data sementara yang terhimpun, tercatat ada 1.228 pengajuan dispensasi kawin yang menjadi fokus perhatian kami," ujar Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara.
Hasil terukur dan pengakuan
Upaya terpadu di Lamongan menunjukkan hasil konkret. Pada 2025, tercatat nihil kasus perkawinan anak di 357 desa. Pencapaian itu mendorong kabupaten meraih predikat Kabupaten Layak Anak Nindya pada tahun yang sama.
Program prioritas dan intervensi
Keberhasilan Lamongan tidak hanya bergantung pada data. Pemerintah daerah menjalankan sejumlah program prioritas yang saling melengkapi untuk mencegah pernikahan dini dan memperkuat kesejahteraan anak.
- Lamongan Sehat: Menjamin layanan kesehatan bagi remaja dan keluarga.
- Perintis: Meningkatkan akses pendidikan agar anak tetap bersekolah.
- Generasi Emas: Mempersiapkan kualitas sumber daya manusia masa depan.
Selain itu, inovasi SPIKER PERAK untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak turut memperkuat sistem perlindungan. SPIKER PERAK juga menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025 di tingkat nasional.
Tantangan dan prospek
Meskipun perkembangan menunjukkan kemajuan, angka pengajuan dispensasi kawin masih menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui intervensi berbasis data dan kerja lintas sektor. Integrasi data makro dari IN-KOMPPAK dan langkah mitigasi di lapangan menjadi kunci untuk menurunkan angka tersebut.
Pemkab Lamongan optimistis kombinasi keterbukaan data, program prioritas, dan kerja sama multisektoral akan terus mengikis angka dispensasi kawin. Target jangka panjangnya adalah melahirkan generasi yang tangguh, berpendidikan, dan sejahtera.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Said Abdullah: Pengajuan Destry-Aida Pilihan Teknokrasi untuk BI
Said Abdullah menilai pengajuan Destry dan Aida sebagai pilihan teknokrasi; BI perlu segera merumuskan core...
Marhaenisme: Relevansi Pemikiran Bung Karno di Era Digital
Presiden Prabowo menyebut Marhaenisme pada 14 Agustus 2026; gagasan Bung Karno diuji relevansinya untuk meni...
17 Rumah Diserahkan di Trenggalek: Makna Kemerdekaan Lewat Bedah Rumah
Bupati Trenggalek menyerahkan 17 rumah hasil program bedah rumah pada 17 Agustus 2026; sinergi Pemkab, Bazna...
Bambang Sutriyono Gelar Doa HUT ke-81 dan Bagikan Pupuk Organik Gratis
Bambang Sutriyono memimpin doa HUT ke-81 di Desa Pancur, Temayang, sekaligus membagikan pupuk organik gratis...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Sarasehan Kebangsaan HUT ke-81
PDI Perjuangan Tulungagung menggelar sarasehan kebangsaan 17 Agustus 2026 untuk memperkuat semangat kader da...
PDI Perjuangan Minta P-APBD 2026 Jatim Fokus Manfaat untuk Rakyat
PDI Perjuangan minta P-APBD 2026 Jatim fokuskan anggaran pada manfaat nyata bagi rakyat, bukan sekadar besar...