Politik

UHH Banyuwangi Naik Jadi 74,43 Tahun, Ipuk Perkuat Program Lansia

Bagikan:

BANYUWANGI – Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Banyuwangi meningkat dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 tahun pada 2025. Kenaikan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, di mana Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen memperbaiki kualitas hidup lansia melalui berbagai program kesehatan dan pemberdayaan.

Kenaikan UHH dan maknanya

Kenaikan UHH menandakan perbaikan kondisi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menurut Pemkab Banyuwangi, angka ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah yang inklusif terhadap kelompok usia lanjut.

Rangkaian program untuk lansia

Pemkab menyebut sejumlah program yang terus digarap untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Program itu meliputi layanan kesehatan, pemberdayaan sosial, pembinaan keluarga, serta penguatan Posyandu Lansia.

  • Pelayanan kesehatan berbasis komunitas
  • Pemberdayaan sosial dan ekonomi
  • Pembinaan keluarga dan dukungan psikososial
  • Penguatan Posyandu Lansia

Program-program tersebut dirancang agar lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.

“Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga terus kami dorong agar para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan bahagia,”

Pemberdayaan lewat pendidikan nonformal

Pada acara HLUN, 30 lansia diwisuda setelah menyelesaikan program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, Puguh Setyo Widodo, menjelaskan Selantang adalah program nonformal dari BKKBN yang bertujuan mewujudkan lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).

“Program ini membekali lansia dengan pengetahuan tentang kesehatan, keterampilan, interaksi sosial, psikologi, hingga kewirausahaan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan memiliki motivasi, kesiapan mental, dan kemampuan yang lebih baik sehingga dapat menikmati masa tua dengan lebih nyaman, bahagia, dan bermakna,”

Keterlibatan lansia dalam perencanaan pembangunan

Selain layanan dan pendidikan, Pemkab melibatkan lansia dalam perumusan kebijakan melalui forum Rembang Lansia. Forum ini menjadi wadah agar kebijakan pembangunan lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok lanjut usia.

“Sebuah keberhasilan pembangunan salah satunya dilihat dari rata-rata usia harapan hidup. Maka kami terus berupaya menjaga pembangunan yang inklusif. Karena kami meyakini, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang ramah terhadap seluruh kelompok masyarakat, termasuk para lansia,”

“Karena itu, paradigma terhadap lansia terus kita ubah. Lansia bukanlah objek pembangunan. Lansia adalah subjek dari pembangunan itu sendiri,”

HLUN 2026 mengangkat tema "Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh", yang menegaskan peran lansia sebagai aset sosial berpengalaman dan sumber nilai bagi generasi muda. Dengan kombinasi layanan kesehatan, pendidikan, dan keterlibatan dalam kebijakan, Banyuwangi berharap peningkatan UHH dapat berlanjut dan menguatkan pembangunan yang inklusif untuk semua usia.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait