Sumenep Minta Kuota Afirmasi di Fakultas Kedokteran UTM
SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep meminta kuota afirmasi untuk putra-putri daerah pada penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Pernyataan itu disampaikan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat menerima kunjungan jajaran UTM di Rumah Dinas Bupati, Senin (22/6/2026). Permintaan bertujuan memperkuat layanan kesehatan di pulau-pulau Sumenep yang masih kekurangan tenaga medis.
Permintaan kuota afirmasi untuk calon mahasiswa daerah
Bupati Fauzi menjelaskan kuota khusus diperlukan agar calon mahasiswa asal Sumenep, terutama dari wilayah kepulauan, memperoleh akses lebih mudah ke pendidikan kedokteran.
Menurutnya, kebijakan afirmasi akan membuka peluang bagi siswa berprestasi yang terkendala ekonomi untuk menempuh pendidikan medis. Ia berharap kesempatan ini membantu mengisi kebutuhan dokter di pulau-pulau kecil.
"Kami berharap putra-putri terbaik Sumenep memperoleh kesempatan lebih besar untuk menempuh pendidikan kedokteran di UTM,"
Alasan strategis dan kondisi wilayah
Fauzi menyatakan dukungan penuh kepada UTM atas pendirian Fakultas Kedokteran di Madura. Menurutnya, kehadiran fakultas ini merupakan peluang besar untuk mencetak tenaga medis lokal.
Sumenep terdiri dari 126 pulau, dan sebagian masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan. Afirmasi dianggap solusinya agar lulusan kedokteran kembali mengabdi di daerah asalnya.
Respons UTM dan arah kebijakan akademik
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, mengatakan pendirian Fakultas Kedokteran merupakan langkah untuk menjawab rasio dokter yang masih rendah dibanding jumlah penduduk.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberi arahan agar FK UTM menerapkan skema afirmasi bagi putra-putri asli Madura. Skema itu diarahkan agar lulusan dokter dapat kembali bertugas di daerah asal.
"Kami berharap Pemkab Sumenep dapat memberikan rekomendasi bagi putra-putri daerah yang memiliki prestasi akademik, namun terkendala secara ekonomi,"
Dampak dan langkah selanjutnya
Jika disetujui, kuota afirmasi dapat mempercepat distribusi tenaga medis ke pulau-pulau. Pemkab dan UTM juga diminta menyusun mekanisme seleksi yang adil dan transparan.
Kerja sama ini diharapkan melahirkan dokter yang paham kondisi lokal dan berkomitmen melayani masyarakat di wilayah terluar. Proses selanjutnya mencakup finalisasi kebijakan afirmasi dan rekomendasi calon mahasiswa dari pemerintah daerah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Lamongan Luncurkan IN-KOMPPAK untuk Tekan Perkawinan Anak
Pemkab Lamongan luncurkan IN-KOMPPAK, dashboard publik untuk memantau 1.228 pengajuan dispensasi kawin dan t...
Risma Turun ke Sigi: Pemetaan Kebutuhan dan Pengiriman Tenda
Tri Rismaharini turun ke Sigi (22/6/2026) untuk memetakan kebutuhan korban gempa dan mengirim tenda, lampu s...
Risma Imbau Bangun Rumah Tahan Gempa Usai Kunjungan ke Sigi
Risma mengingatkan warga Sulteng untuk tidak meremehkan gempa kecil dan mendorong pembangunan rumah tahan ge...
Petani Bawa Tumpeng Nasi Jagung saat Haul Bung Karno di Jember
Seorang petani membawa tumpeng nasi jagung ke Haul Bung Karno di Jember, simbol penghormatan dan seruan perh...
Novita Hardini: Jangan Andalkan Tambah Layar Bioskop
Novita Hardini minta pemerintah perkuat ekosistem perfilman dan regulasi, jangan hanya menambah layar biosko...
Novita: Perkuat Ekosistem Perfilman, Jangan Hanya Tambah Layar
Novita Hardini minta pemerintah perkuat ekosistem perfilman, jangan hanya menambah layar bioskop; butuh regu...