Lokal

Dayah Wakaf Barbate Terapkan Kurikulum Santri Baru 40 Hari

Bagikan:
Santri Dayah Wakaf Barbate mengikuti karantina kurikulum 40 hari untuk pembinaan karakter

ACEH BESAR — Dayah Wakaf Barbate Islamic City di Blang Bintang resmi meluncurkan Kurikulum Santri Baru (Sanbar), program karantina selama 40 hari untuk seluruh santri baru. Program dimulai sejak pagi hingga malam untuk membentuk karakter, membiasakan ibadah, memperkuat hafalan Al-Qur’an, serta menanamkan disiplin sebelum memasuki pendidikan reguler.

Rangkaian Program dan Tujuan

Ketua Umum Yayasan Wakaf Barbate Islamic City, Prof. Dr. Sofyan A. Gani MA, menyatakan karantina 40 hari merupakan tahap awal penting dalam pembentukan mental, spiritual, dan kedisiplinan santri. Aktivitas intensif ini dirancang agar semua santri memiliki kesiapan yang sama saat memasuki proses pembelajaran selanjutnya.

"Program ini menjadi fondasi awal agar seluruh santri memiliki kesiapan yang sama, baik dalam aspek ibadah, akhlak, kedisiplinan maupun kemampuan dasar sebelum memasuki proses pembelajaran utama di Dayah Wakaf Barbate," ujar Prof. Sofyan, Sabtu (25/7).

Jadwal Harian dan Pola Kegiatan

Selama 40 hari, kegiatan terstruktur berlangsung sejak pukul 04.00 WIB sampai 23.00 WIB. Kegiatan harian mencakup ibadah malam, shalat Subuh berjamaah, wirid pagi, setoran hafalan Al-Qur’an, kelas tahfidz, pembelajaran kitab, talim, gotong royong, hingga program diniyah malam hari.

Santri juga dibiasakan mengikuti musyawarah, membaca Sirah Nabawiyah, murojaah hafalan, serta qailulah sebagai bagian dari pola pendidikan yang seimbang dan berkelanjutan.

Sepuluh Materi Pokok Masa Karantina

  • Doa-doa matsurah dan masnunah
  • Praktik ibadah sehari-hari
  • Pelajaran akhlak
  • Belajar menulis Bahasa Arab
  • Setoran membaca kitab Masail al-Muhtadi
  • Pelajaran tauhid
  • Setoran hafalan harian
  • Menghafal tata tertib dayah
  • Nasihat dari ustaz dayah
  • Pembinaan langsung dari pengurus yayasan

Selain jadwal harian, kurikulum juga memuat pembelajaran siang dan malam berdasarkan hari. Materi meliputi praktik ibadah, akhlak, tauhid, Bahasa Arab, tahfidz, doa-doa matsurah, dan kegiatan ekstrakurikuler sesuai jadwal.

Makna Karantina bagi Kehidupan Santri

Rais Am Dayah Wakaf Barbate, Ustaz Muhammad Rais, menegaskan karantina bukan sekadar orientasi. Menurutnya, periode ini adalah pembentukan kebiasaan hidup Islami yang menjadi bekal selama pendidikan di dayah.

"Selama 40 hari pertama, santri dibimbing agar terbiasa menjalankan ibadah dengan benar, menjaga adab, disiplin terhadap waktu, mencintai Al-Qur’an, serta memiliki akhlak yang baik. Kami berharap setelah menyelesaikan masa karantina, seluruh santri siap mengikuti pendidikan dengan semangat menuntut ilmu dg cara mengamalkan sunnah-sunnah Nabi dan siap menyampaikan Sunnah Nabi kepada ummat nantinya"

Dengan Kurikulum Sanbar, Dayah Wakaf Barbate menegaskan komitmen pada sistem pendidikan terpadu yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter, budaya disiplin, kepemimpinan, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Program karantina 40 hari diharapkan menjadi pijakan kuat bagi generasi muslim yang berilmu dan berakhlak mulia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait