Menteri PKP Perkuat Sinergi, Kuota BSPS Naik Signifikan
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat sinergi dengan kepala daerah untuk mempercepat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada Rabu, 1 Juli 2026, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan pemerintah akan meningkatkan kuota BSPS secara signifikan untuk menekan angka rumah tidak layak huni (RTLH).
Peningkatan kuota dan fokus program
Menteri Maruarar menyatakan penambahan alokasi BSPS menjadi salah satu upaya prioritas. Perbaikan ini ditujukan agar penanganan RTLH berjalan lebih cepat dan manfaat program terasa langsung kepada masyarakat.
Kami melihat masih banyak daerah yang membutuhkan Program BSPS dan hari ini kami berdiskusi dengan enam pemerintah daerah. Kami akan meningkatkan kuota BSPS secara signifikan, contohnya di Provinsi NTB, alokasinya naik dari 1.610 unit menjadi 10.000 unit
Daerah yang mendapat penambahan kuota
Penambahan alokasi tidak hanya berlaku untuk Nusa Tenggara Barat. Pemerintah juga menaikkan kuota untuk beberapa provinsi lain sebagai bagian dari percepatan pengurangan RTLH.
- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB): dari 1.610 menjadi 10.000 unit
- Sulawesi Barat
- Gorontalo
- Riau
- Bengkulu
- Papua Selatan
Perbaikan tata kelola: Pemilihan Toko Terbuka
Selain menambah kuota, Kementerian PKP memperbaiki tata kelola program melalui skema Pemilihan Toko Terbuka atau yang disebut "tender rakyat". Skema ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan manfaat bagi penerima bantuan.
Integrasi sertifikasi tanah dan skema pembiayaan
Pemerintah provinsi Gorontalo mulai mengintegrasikan BSPS dengan program sertifikasi tanah untuk mengatasi masalah status kepemilikan yang kerap menghambat pelaksanaan bedah rumah. Integrasi ini juga melibatkan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Dalam Negeri.
Saya mengusulkan agar ke depan ditambah lagi dengan mengintegrasikan KUR Perumahan, rumah subsidi, dan program PNM. Jadi rumahnya diperbaiki, sertifikat tanahnya selesai, dan ekonominya juga diperkuat, silakan dipilih skema paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Selama ini salah satu kendala dalam pelaksanaan bedah rumah adalah status kepemilikan tanah. Karena itu kami memadukan Program BSPS dengan sertifikasi tanah agar masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus dapat menerima bantuan perumahan secara optimal
Dampak dan langkah selanjutnya
Sinergi antar-kementerian dan pemerintah daerah diharapkan mempercepat pengurangan RTLH serta memperkuat kesejahteraan ekonomi keluarga penerima bantuan. Pemerintah menyatakan akan terus mengevaluasi tata kelola dan memperluas skema kolaborasi sehingga program lebih tepat sasaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...
Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling di Posko Gempa NTT
Pemerintah menggelar trauma healing dan perpustakaan keliling di posko GOR Samador, Sikka pada 19 Agustus 20...