Kejati Sumut Segera Limpahkan Perkara Korupsi Samosir
Medan — Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menyatakan akan segera melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi terkait Program Bantuan Penguatan Ekonomi Masyarakat Korban Bencana di Kabupaten Samosir. Tersangka utama dalam kasus ini adalah Pimpinan Bank Mandiri KCP Pangururan, Jonni Ronal Simanjuntak. Proses pemberkasan masih berlangsung di Kejati Sumut pada Kamis (17/9).
Status pemberkasan dan jadwal pelimpahan
Penyidik saat ini masih menyelesaikan tahap pemberkasan sebelum berkas dilimpahkan ke penuntutan. Kejati menegaskan berkas akan dikirim segera setelah proses administrasi rampung.
"Sedang pemberkasan, kemudian segera dilimpahkan,"
Kronologi kasus dan jumlah kerugian
Kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan penyaluran bantuan bagi korban banjir bandang di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Nilai program tercatat sebesar Rp1,5 miliar, yang seharusnya diperuntukkan bagi 303 kepala keluarga terdampak.
Berdasarkan dakwaan yang sebelumnya diajukan, negara diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp516 juta akibat penyalahgunaan dana tersebut.
Peran tersangka dan hubungan dengan terdakwa lain
Nama Jonni sebelumnya muncul dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut mantan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir, Fitri Agust Karo-karo. Dalam dakwaan itu, Fitri didakwa bersama Jonni atas dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran bantuan tersebut.
Potensi tersangka tambahan
Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Rizaldi, menyatakan hingga saat ini belum ada penetapan tersangka baru dalam perkara itu. Penyidik masih fokus menyelesaikan pemberkasan sebelum melanjutkan ke tahap penuntutan.
"Selama dalam proses sementara ini belum,"
Langkah selanjutnya
Setelah pelimpahan berkas, Kejati Sumut akan melanjutkan proses penuntutan sesuai ketentuan hukum. Tahapan berikutnya dapat mencakup pemeriksaan bukti tambahan, pemanggilan saksi, dan penetapan jadwal sidang jika berkas dinyatakan lengkap.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan bantuan bencana dan menyangkut ratusan keluarga terdampak. Proses hukum yang transparan dan cepat diharapkan dapat memberikan kepastian bagi korban dan pemulihan keuangan negara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Nias Selatan Serahkan SK untuk 352 PPPK dan Resmikan KMP Hafamati
Bupati Nias Selatan serahkan SK/SPK untuk 352 PPPK Paruh Waktu dan meresmikan KMP Hafamati HF untuk memperku...
Sumut Siapkan Irigasi 7,5 Km di Secanggang pada 2027
Pemprov Sumut rencanakan irigasi 7,5 km di Secanggang pada 2027 untuk tingkatkan intensitas tanam dan produk...
Santriwati Ibadur Rahman Kecam Penggerebekan Pesantren Hamal Tul Quran
Ratusan santriwati Ibadur Rahman mengecam penggerebekan Pondok Pesantren Hamal Tul Quran (27 Okt 2026) dan t...
Kanwil Ditjenpas Sumut Tindaklanjuti Penangkapan Pegawai Lapas Medan
Kanwil Ditjenpas Sumut menindaklanjuti penangkapan ES, pegawai Lapas Tanjung Gusta Medan, terkait kurir nark...
Polresta Deliserdang Gagalkan Penyelundupan 15,59 Kg Sabu
Satres Narkoba Polresta Deliserdang menggagalkan penyelundupan 15,59 kg sabu dari Aceh ke Lampung dan menang...
Sidang Sumantri Ditunda, Kader Pujakesuma Padati PN Lubuk Pakam
Sidang putusan Sumantri dan anaknya di PN Lubuk Pakam ditunda hingga 5 Nov 2026 karena pergantian penasihat...