Korban Dugaan Kekerasan Anak di Dairi Membaik dan Akan Pulang Jumat
Medan — AGP (7), korban dugaan kekerasan anak asal Kabupaten Dairi yang dirawat di RSU Haji Medan, menunjukkan perkembangan positif dan direncanakan pulang pada Jumat (28/8). Korban dinyatakan stabil secara fisik, namun masih memerlukan pendampingan untuk pemulihan trauma.
Kondisi medis dan perawatan
Kepala Bagian Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, mengatakan kondisi fisik korban sudah membaik dan tidak ada luka yang memerlukan tindakan operasi. Namun tim medis masih fokus pada pemulihan psikologis akibat kejadian.
Untuk kondisi saat ini sudah membaik. Luka-luka tidak ada yang membutuhkan tindakan operasi. Yang masih menjadi perhatian adalah trauma yang dialami korban,
Pemeriksaan oleh tim spesialis
Korban telah melalui pemeriksaan dan pemantauan oleh beberapa dokter spesialis untuk memastikan tidak ada cedera yang terlewat. Pemeriksaan ini menjadi dasar keputusan medis untuk tidak melakukan operasi.
- Dokter spesialis anak
- Konsultan ortopedi
- Dokter forensik
- Dokter bedah plastik
- Psikolog klinis
Karena dugaan kekerasan berupa pukulan, tetapi kondisi kepalanya saat ini baik. Tidak ditemukan adanya cairan dan tidak ada indikasi yang mengharuskan dilakukan operasi,
Tindak lanjut dan pendampingan
Setelah dinyatakan membaik, korban rencananya akan dijemput oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Dairi bersama Dinas P3AKB Provinsi Sumatera Utara. Pendampingan lanjutan akan difokuskan pada trauma healing agar korban dapat kembali menjalani aktivitas normal.
Konteks kasus
Kasus dugaan kekerasan terhadap anak ini mendapat perhatian publik. Korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat yang selama ini merawatnya. Meski kondisi medis stabil, proses pemulihan jangka panjang dan perlindungan anak akan menjadi perhatian pihak berwenang dan pendamping sosial.
Tim medis dan instansi terkait akan terus memonitor kondisi korban selama masa pemulihan dan memastikan penanganan psikososial diterima secara intensif.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPRK Aceh Besar Desak Pemeriksaan Usai Air Krueng Aceh Menguning
Anggota DPRK Aceh Besar mendesak pemerintah dan aparat periksa penyebab air Sungai Krueng Aceh menguning di...
Aceh Terima Catatan Banggar DPRA atas Pertanggungjawaban APBA 2025
Pemerintah Aceh menerima catatan dan rekomendasi Banggar DPRA atas Rancangan Qanun Pertanggungjawaban APBA 2...
Pangdam I Bukit Barisan Tinjau Yonif 126 Kala Cakti di Batubara
Pangdam I/Bukit Barisan tinjau Yonif 126 di Sei Balai, Batubara, memberi arahan disiplin dan memeriksa fasil...
Pemkab Simalungun dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Keuangan Daerah
Pemkab Simalungun dan Bank Sumut menandatangani kesepakatan sinergi pengelolaan keuangan daerah berbasis dig...
Peresmian Produksi Unilever Perkuat Posisi KEK Sei Mangkei
Peresmian produksi Unilever di KEK Sei Mangkei dorong investasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja l...
Subulussalam Ajukan Penambahan TKD ke Komisi XI dan Kemenkeu
Wali Kota Subulussalam audit ke Komisi XI dan Kemenkeu (27/8) untuk memperjuangkan penambahan TKD dan memper...