Nasional

Komisi IV: Jangan Terpengaruh Narasi Krisis Pangan

Bagikan:
Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis berpidato tentang swasembada pangan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh narasi krisis pangan yang dapat mendistorsi kondisi sektor pertanian. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026, seiring data produksi pangan yang menunjukkan surplus dan peningkatan kesejahteraan petani.

Pesan kepada publik dan media

Kharis menekankan kritik harus berbasis data dan fakta. Ia menilai narasi pesimistis berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap kemampuan Indonesia mencapai swasembada pangan.

Kritik harus dibangun berdasarkan data, fakta, bukan membentuk persepsi melemahkan kepercayaan publik terhadap kemampuan Indonesia mencapai swasembada pangan.

Ia juga mengingatkan agar narasi tidak mengabaikan kerja keras petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Kritik tentu penting, tetapi jangan sampai berubah menjadi narasi yang mendistorsi kerja keras petani dan seluruh stakeholder yang sedang berjuang memperkuat kemandirian pangan nasional.

Data produksi dan stok pangan

Menurut Kharis, keberhasilan pembangunan pangan tidak hanya dilihat dari stok nasional, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan petani. Data pemerintah menunjukkan perbaikan pada sejumlah indikator utama.

Indikator Nilai Keterangan
Produksi Gabah Kering Giling (GKG) 2025 60,34 juta ton Naik dari sekitar 53 juta ton pada 2024
Produksi beras nasional 34,69 juta ton Surplus sekitar 3,5 juta ton dari kebutuhan ~31 juta ton
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 5,3 juta ton Data Bulog, Mei 2026
Nilai Tukar Petani (NTP) 125,35 Tertinggi dalam 34 tahun, Maret 2026

Perbaikan komoditas lain dan implikasi

Perbaikan tidak hanya terlihat pada beras. Produksi jagung nasional disebut mampu memenuhi kebutuhan domestik sehingga impor jagung pakan dihentikan sejak 2025. Kondisi stok dan produksi yang membaik memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Ajakan menjaga optimisme

Kharis mengajak seluruh elemen bangsa menjaga optimisme dan mendukung agenda swasembada pangan melalui kerja sama, peningkatan produksi, dan penyampaian informasi objektif. Ia menyatakan perjalanan menuju swasembada tidak mudah, namun Indonesia memiliki modal besar termasuk sumber daya alam, petani tangguh, dukungan teknologi, dan komitmen pemerintah.

Perbaikan indikator produksi dan kesejahteraan petani menjadi dasar yang perlu dijaga agar narasi publik mencerminkan realitas di lapangan dan tidak menghambat upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait