Nasional

Kodam XIII Bangun 97 Jembatan Garuda, 63 Sudah Rampung

Bagikan:

Kodam XIII/Merdeka membangun 97 titik Jembatan Garuda untuk membuka akses masyarakat di wilayah-terpencil; 63 titik telah rampung 100 persen, sedangkan 34 titik masih dalam proses pengerjaan pada 13 Agustus 2026 di Manado.

Capaian pembangunan dan peresmian

Program Jembatan Garuda digulirkan untuk mengatasi keterisolasian akibat sungai dan aliran air. Pada peluncuran nasional, Presiden meresmikan 2.500 jembatan dan 3.000 titik air bersih secara terpusat dan daring.

Di wilayah Kodam XIII/Merdeka, peresmian mencakup 32 titik Jembatan Garuda dan 6 titik air bersih. Pembangunan ini diharapkan segera meningkatkan konektivitas antardesa.

Kata Pangdam tentang manfaat dan peran masyarakat

Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menegaskan harapan agar fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat oleh warga. Ia menilai keberlanjutan manfaat bergantung pada partisipasi masyarakat.

"Kami berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, dijaga, dan dirawat fasilitas tersebut. Agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,"

Keterlibatan TNI dan percepatan pengerjaan

Untuk mempercepat penyelesaian, Kodam XIII/Merdeka mengerahkan satuan jajaran Kodim dan Satgas Penanggulangan Bencana Alam. Langkah ini ditujukan agar pembangunan berjalan cepat namun tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan kerja.

"Dalam rangka percepatan penyelesaian pembangunan, kami mengerahkan satuan jajaran Kodim dan Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam. Harapannya pembangunan dapat berlangsung secara cepat dan tepat waktu, dan tetap mengutamakan kualitas hasil pekerjaan serta keselamatan kerja,"

Dampak sosial-ekonomi dan akses air bersih

Keberadaan jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga, membuka akses layanan dasar, dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Akses yang lebih baik juga memudahkan distribusi barang dan layanan kesehatan.

Pangdam juga menyoroti pentingnya penyediaan titik-titik air bersih. Menurutnya, air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga kunci peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Harapan jangka panjang

Pemerintah dan TNI menekankan bahwa pembangunan fisik bukan tujuan akhir. Perawatan, partisipasi masyarakat, dan pengelolaan yang baik diperlukan agar manfaat jembatan dan titik air bersih berkelanjutan.

Dengan peran aktif warga dan pengawasan terus-menerus, fasilitas ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengurangi keterisolasian dan memperkuat konektivitas wilayah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait