DPR Minta Polri-KNKT Bongkar Penyebab KM Virgo Tenggelam
Komisi III DPR mendesak Polri dan KNKT mengusut tuntas penyebab terbalik dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Pernyataan ini disampaikan pada 15 September 2026, setelah kapal yang berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin hilang kontak dan mengalami listing pada 13 September 2026. Komisi meminta investigasi yang objektif untuk mengetahui apakah kecelakaan disebabkan cuaca, masalah teknis, atau kelalaian.
Desakan investigasi dan proses hukum
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh oleh aparat penegak hukum dan KNKT. Ia meminta agar hasil penyelidikan dapat menjadi bahan evaluasi keselamatan pelayaran.
"Polisi dan KNKT harus telusuri secara menyeluruh. Apakah ini murni karena faktor cuaca atau ada persoalan teknis maupun kelalaian yang ikut menyebabkan tragedi ini,"
Jika ditemukan unsur kelalaian, Sahroni menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum. Ia menambahkan bahwa hasil penyelidikan harus digunakan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kronologi singkat dan kondisi kapal
Berdasarkan keterangan resmi, KM Virgo Transport 8 mengalami cuaca buruk saat pelayaran pada 13 September 2026. Kapal sempat mengalami kemiringan atau listing lalu hilang kontak di sekitar perairan Masalembo. Kapal ini berjenis RoRo dan memiliki ukuran sekitar 8.540 GT.
Data manifes dan perkembangan SAR
Berdasarkan manifes, kapal mengangkut 243 orang dan membawa 89 unit kendaraan. Hingga pelaporan terakhir, operasi SAR gabungan menemukan 114 orang.
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Penumpang dan awak | 243 |
| Kendaraan | 89 |
| Ditemukan | 114 (108 selamat, 6 meninggal) |
| Masih dicari | 129 |
Operasi pencarian diperluas, termasuk upaya pencarian di bawah permukaan laut. Pada hari ketiga SAR, KRI Canopus dikerahkan untuk mendukung pencarian bawah air setelah cuaca sempat menghambat penyelam.
Penanganan korban dan tuntutan perhatian
Sahroni meminta agar upaya pencarian korban yang hilang berjalan maksimal dan keluarga mendapat pendampingan. Ia juga menekankan perhatian khusus untuk proses pemulihan kesehatan korban selamat.
"Komisi III mendukung penuh Polri untuk mengerahkan upaya maksimal dalam pencarian dan identifikasi korban. Termasuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan yang diperlukan,"
Selain itu, pendampingan kesehatan dan rehabilitasi bagi korban selamat harus menjadi prioritas dalam penanganan pascakecelakaan.
Implikasi dan langkah ke depan
Komisi III berharap hasil investigasi menjadi dasar evaluasi keselamatan pelayaran nasional. Jika ditemukan kelalaian, proses hukum dan perbaikan regulasi dinilai penting untuk mencegah tragedi serupa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...