Nasional

Posisi KM Virgo Bergeser, Basarnas Siapkan Penanganan Lanjutan

Bagikan:
KM Virgo Transport 8 dalam kondisi terbalik di perairan dengan tim SAR di sekitar lokasi

Basarnas menyatakan posisi KM Virgo Transport 8 bergeser sekitar 1,6 mil laut dari titik sebelumnya, Senin malam, 14 September 2026. Kapal masih terbalik dan berpotensi bergeser lebih lanjut karena adanya ruang kosong di dalam badan kapal. Kondisi ini menuntut penanganan teknis dan keselamatan yang ketat sebelum evakuasi atau penyelaman dilanjutkan.

Posisi dan kondisi kapal

Tim SAR melaporkan kapal berukuran besar tetap dalam kondisi terbalik di perairan dengan kedalaman sekitar 30 meter. KM Virgo Transport 8 memiliki panjang lebih dari 110 meter dan lebar lebih dari 21 meter, dengan berat kosong lebih dari 4.200 ton. Ukuran dan bobot tersebut menjadi pertimbangan utama dalam merancang langkah penanganan.

Hambatan teknis dan faktor keselamatan

Basarnas menyebut perubahan tekanan di dalam badan kapal menjadi hambatan serius. Ruang kosong di dalam lambung kapal dapat menyebabkan pergeseran posisi tiba-tiba jika terjadi pembukaan sekat atau perubahan tekanan saat penyelaman. Pertimbangan ini memengaruhi waktunya operasi penyelaman dan metode yang dipilih.

"Kalau kita memaksakan masuk, apabila kita membuka salah satu sekat, di situ ada perubahan tekanan yang luar biasa dan membahayakan. Kita juga akan melibatkan personel yang memiliki pengalaman dan pendidikan khusus untuk menentukan langkah penanganan yang aman."

Opsi penanganan yang dipertimbangkan

Basarnas bersama unsur terkait masih mendiskusikan beberapa opsi, termasuk kemungkinan mengubah posisi kapal yang saat ini terbalik. Namun, langkah tersebut masih dalam kajian karena kompleksitas teknis akibat dimensi dan bobot kapal. Keputusan akhir akan mempertimbangkan kondisi kapal, kondisi perairan, dan keselamatan personel.

Pencarian dan langkah selanjutnya

Meski fokus pada penanganan teknis, tim SAR tetap melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan mempertimbangkan kemungkinan pergeseran posisi kapal maupun keberadaan korban. Langkah operasional berikutnya akan ditentukan setelah kajian teknik menyeluruh terhadap kondisi kapal dan lingkungan perairan.

Basarnas menegaskan prioritas pada keselamatan personel dan mitigasi risiko sebelum melakukan upaya penetrasi atau evakuasi lebih lanjut. Keputusan akhir diperkirakan akan diumumkan setelah kajian teknis selesai dan tim ahli menyetujui prosedur aman yang dapat dilaksanakan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait