Basarnas Hari ke-10: Belum Ditemukan Tanda KM Arupadhatu 1
Basarnas Banten memasuki hari ke-10 pencarian KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda. Hingga Kamis, 17 September 2026, tim SAR belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun penumpangnya, yakni 5 jurnalis dan 3 awak kapal. Pencarian meliputi area seluas 8.509 mil laut yang dibagi menjadi 10 sektor.
Pencarian hari ke-10
Pada hari ke-10, upaya pencarian diperluas dengan meningkatkan kemampuan penginderaan udara. Basarnas menambah pencarian visual menggunakan helikopter Dauphin HR 3604 dan mengerahkan total 24 kapal di lapangan. Pembagian sektor dilakukan untuk menyesuaikan skenario pergeseran posisi korban dan kapal.
Metode dan fokus pencarian
Basarnas menggunakan SAR Map Prediction (SARMEP) sebagai acuan untuk memprediksi pergeseran kapal dan penumpang. Hasil prediksi itu menjadi dasar pemilihan sektor dan prioritas penyisiran tim SAR gabungan.
“Untuk area yang memang kemungkinan kita melakukan penyisiran dengan mencari tanda-tanda terkait dengan kapal ataupun penumpangnya, memang tidak kita temukan. Kami pastikan untuk seluruh area yang memang masuk ke dalam SAR Map Prediction itu sudah kita lakukan penyisiran,” ujar Rizky dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis, 17 September 2026.
Rizky menjelaskan strategi pencarian tidak berubah sejak hari pertama, namun penambahan patroli udara dilakukan untuk meningkatkan jangkauan visual.
“Hari ini kita penambahan untuk pencarian visual udara menggunakan helikopter. Strategi pencarian sama dari H1 sampai H10, cuman untuk hari ini kita penambahan untuk pencarian visual udara,” katanya.
Temuan sementara dan identifikasi
Selama sepuluh hari, tim menemukan sejumlah barang terapung atau terampas yang awalnya diduga berkaitan dengan KM Arupadhatu 1. Barang-barang tersebut telah diserahkan dan dikordinasikan dengan pihak kepolisian untuk proses identifikasi.
“Temuan-temuan yang kami dapatkan, kami sudah berkoordinasi selalu dengan pihak kepolisian yang memang berwenang untuk identifikasi. Sampai dengan hari ini, barang-barang yang menjadi temuan ini bukan barang-barang yang berada di kapal yang kita lakukan pencarian,” katanya.
Kelanjutan operasi
Basarnas Banten menyatakan operasi pencarian masih berlangsung sambil terus melakukan evaluasi bersama instansi terkait. Keputusan mengenai kelanjutan atau perubahan strategi akan bergantung pada hasil evaluasi dan informasi baru di lapangan.
Catatan: Pencarian difokuskan pada area yang telah diprediksi melalui SARMEP dan melibatkan kombinasi kapal serta patroli udara untuk menutup kemungkinan pergeseran posisi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa Swarm di Selatan Bandung Didominasi Magnitudo 2-3
Gempa swarm mengguncang selatan Bandung pada 17 Sep 2026; BMKG catat puluhan kejadian, magnitudo umumnya 2–3...
Pemerintah Tetapkan 18 Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 2027
Pemerintah menetapkan 18 hari libur nasional dan delapan hari cuti bersama 2027 melalui SKB tiga menteri pad...
Prabowo: Investasi Besar Akan Masuk Indonesia dalam Minggu Depan
Presiden Prabowo menyebut investasi besar akan masuk Indonesia dalam beberapa minggu, dengan realisasi 2025...
42 Gempa Guncang Bandung dalam Sehari, BMKG Jelaskan Penyebab
BMKG mencatat 42 gempa mengguncang Kabupaten Bandung dalam kurang dari 24 jam; gempa dangkal akibat sesar ak...
Komisi III DPR Minta Usut Alasan 'Cuaca Buruk' KM Virgo 8
Komisi III DPR minta penyelidikan kasus KM Virgo Transport 8 transparan; cuaca buruk tak boleh jadi satu-sat...
Hari Terakhir Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Hari ke-10 pencarian lima jurnalis dan tiga kru di Selat Sunda; Basarnas siapkan opsi perpanjangan tiga hari...