Nasional

42 Gempa Guncang Bandung dalam Sehari, BMKG Jelaskan Penyebab

Bagikan:
Ilustrasi guncangan gempa di Kabupaten Bandung dan daerah sekitar

Kabupaten Bandung diguncang rangkaian gempa dalam waktu kurang dari 24 jam. BMKG mencatat sedikitnya 42 kejadian gempa sejak Rabu hingga Kamis, 16-17 September 2026. Gempa terbaru yang tercatat terjadi pada Kamis pagi pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6 dan episenter di darat.

Rangkaian dan rincian gempa

BMKG mencatat aktivitas seismik berulang sejak Rabu pagi. Data memperlihatkan gempa-gempa kecil yang tersebar di wilayah selatan Kabupaten Bandung.

  • Gempa 17 September 2026, 04:59 WIB — M2,6; episenter di darat (7,22 LS, 107,60 BT).
  • 17 September 2026, 06:21:05 WIB — M2,7; kedalaman 4 km, pusat sekitar 27 km selatan Kabupaten Bandung.
  • 16 September 2026, 06:21 WIB — M2,2.
  • 16 September 2026, 08:11 WIB — M2,9.
  • 16 September 2026, 17:14 WIB — M2,6.

Meski sering berulang, hingga laporan terakhir belum ada informasi terkait kerusakan bangunan di Kabupaten Bandung.

Analisis BMKG

Plt. Kepala BMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan karakter gempa. Menurut BMKG, pola dan kedalaman hiposenter mengindikasikan sumber gempa.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif."

BMKG menegaskan gempa-gempa itu bersifat dangkal dan terkait pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut. Gempa dangkal umumnya terasa lebih kuat di permukaan dibandingkan gempa yang lebih dalam.

Dampak di lapangan dan intensitas

Guncangan M2,6 pada Kamis pagi dirasakan masyarakat di beberapa kecamatan. Daerah yang melaporkan getaran antara lain Pangalengan dan Kertasari.

BMKG melaporkan intensitas getaran mencapai III Modified Mercalli Intensity (MMI) di beberapa lokasi. Pada skala itu, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sering digambarkan seperti ada truk yang melintas.

Beberapa gempa dalam rangkaian tersebut juga dirasakan di Talegong dan Cisewu. Namun sejauh ini belum ada laporan kerusakan yang masuk ke otoritas setempat.

Imbauan dan pemantauan

BMKG menyatakan pihaknya terus memantau aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi dari pihak berwenang.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi," ujar BMKG.

Pengamatan lanjutan akan menentukan apakah rangkaian ini berpotensi membentuk kejadian yang lebih besar. Untuk saat ini, kewaspadaan dan verifikasi informasi menjadi langkah utama.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait