Pelayanan Kesehatan Sumut 2025 Naik: UHH Tinggi, AKI Turun
MEDAN — Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaporkan peningkatan layanan kesehatan sepanjang 2025. Kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH) dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) disebut melampaui target, hasil integrasi layanan dari provinsi hingga kabupaten/kota.
Capaian utama 2025
Dinas Kesehatan mencatat UHH Sumut mencapai 74,19 tahun pada 2025, melampaui target kinerja 74,01 tahun dengan realisasi 100,24 persen. Perbaikan ini menunjukkan tren kenaikan konsisten dari 2023 (73,67) dan 2024 (73,90).
Sektor maternal juga menunjukkan perbaikan signifikan. Sepanjang 2025, AKI tercatat 45,38 per 100.000 kelahiran hidup, jauh di bawah target awal 65,78 dan lebih baik dari rata-rata nasional 85,17 per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) juga turun menjadi 3,20 per 1.000 kelahiran hidup, dibanding target 3,28.
Data kinerja dan indikator lain
Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) 2025 yang direviu Inspektorat Provinsi, dari tujuh indikator kesehatan utama, lima tercapai di atas 100 persen. Selain UHH dan AKI, capaian lain termasuk perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan akreditasi fasilitas layanan.
- Kepesertaan JKN: 100,67% (target 98,6%)
- Persentase fasilitas terakreditasi paripurna: 53,96% (target 41,1%)
- Angka kesakitan (morbidity): 10,43% (target 10,03%)
Strategi dan faktor keberhasilan
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menyatakan capaian ini merupakan hasil penguatan program kesehatan di bawah kepemimpinan pemerintah provinsi serta sinergi lintas tingkat pemerintahan.
"Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik yang dilakukan bersama antara instansi pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumut," ujar Faisal Hasrimy.
Dinkes Sumut juga menyorot peran Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang mewajibkan pelaporan by name by address. Implementasi ini membantu fasilitas kesehatan merespons lebih cepat potensi risiko kematian ibu dan bayi.
Tantangan dan langkah ke depan
Meski banyak indikator meningkat, Dinkes Sumut masih mencatat tantangan pada angka kesakitan yang sedikit melewati target. Faktor lingkungan dan beban penyakit menular serta tidak menular disebut memengaruhi kondisi ini.
Dinkes berencana memperkuat program promotif dan preventif melalui layanan primer berbasis digital, penguatan posyandu aktif di desa, serta intervensi gizi terpadu untuk menuntaskan stunting. Untuk prevalensi stunting, pemprov masih menunggu rilis analisis data final dari Kementerian Kesehatan.
Faisal menegaskan komitmen pemerintah provinsi agar status Universal Health Coverage (UHC) dan peningkatan indikator kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sumut.
Berita Terkait
Kapolres Langkat Gelar Safari Jumat di Masjid Al-Hidayah
Kapolres Langkat gelar Safari Jumat di Masjid Al-Hidayah Stabat, tekankan peran masyarakat dalam menjaga kam...
Gubsu Bobby Minta PLN Evaluasi Pemadaman Listrik Sumatera
Gubsu Bobby Nasution minta PLN evaluasi menyeluruh pasca-pemadaman listrik besar di Sumatera agar kejadian s...
PTPN I Regional 1 Sembelih 16 Hewan Kurban untuk Warga Tanjungmorawa
PTPN I Regional 1 menyembelih hewan kurban dan membagikan 1.017 kupon daging pada Idul Adha 1447 H di Tanjun...
Ribuan Warga Padati Open House Bupati Aceh Besar Saat Idul Adha
Ribuan warga memadati open house Bupati Aceh Besar pada Idul Adha 1447 H di Kompleks BTN Ajuen Lam Hasan unt...
SMA Negeri 9 Banda Aceh Sembelih 9 Sapi Kurban, Bagikan ke 700 Penerima
SMA Negeri 9 Banda Aceh menyembelih 9 sapi kurban pada 29 Mei; daging dibagikan kepada sekitar 700 penerima,...
Pelaku Penganiayaan dengan Tombak Babi Ditangkap di Aceh Besar
Polres Aceh Besar menangkap pelaku penganiayaan dengan tombak babi di Seulimeum; korban dilarikan ke RS dan...