Lokal

Kelangkaan Semen di Sumut: Harga Melonjak hingga Rp85 Ribu

Bagikan:
Tumpukan sak semen kosong dan rak toko dengan stok terbatas

Medan, Kelangkaan semen di berbagai wilayah Sumatera Utara berlangsung sekitar dua bulan dan menyulitkan sektor konstruksi. Harga beberapa merek melambung hingga Rp85.000 per sak, jauh di atas harga normal Rp50.000–Rp60.000. Kondisi ini menyebabkan proyek tertunda dan mendorong desakan agar pemerintah provinsi serta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan permainan distribusi.

Dampak langsung pada proyek konstruksi

Pemborong di Medan melaporkan kesulitan mendapatkan pasokan semen, sehingga biaya konstruksi membengkak. Syawal Harahap, salah satu pemborong, menyebut pekerjaan di lapangan tersendat dan tidak mampu mengejar target akibat kenaikan harga dan minimnya stok.

"Sudah sekitar dua bulan kami sangat kesulitan mendapatkan semen. Kalau pun ada, harganya sudah mencapai Rp85 ribu per sak, baik Semen Padang, Tiga Roda maupun merek lainnya. Padahal sebelumnya masih berkisar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu."

Perbedaan pasokan dan harga menurut daerah

Kelangkaan tidak hanya terjadi di Medan. Di Kota Tanjungbalai, pasokan distributor dilaporkan turun hingga sekitar 50 persen dalam dua pekan terakhir. Beberapa merek sulit ditemukan, sementara harga bervariasi antar lokasi.

  • Harga Semen Merah Putih di Tanjungbalai berkisar Rp55.000–Rp60.000 per sak.
  • Tiga Roda tercatat mencapai sekitar Rp66.000 per sak dan di beberapa toko tembus Rp80.000.
  • Di Medan Utara, pasokan Semen Andalas, Tiga Roda, dan Semen Padang dilaporkan menyusut; Semen Merah Putih tersedia terbatas.
  • Pedagang di Kabupaten Langkat juga menyatakan stok distributor menipis sehingga harga ikut naik.

Desakan investigasi dan peran pemprov

Pelaku usaha meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah cepat untuk menelusuri penyebab terganggunya distribusi. Mereka juga mendesak asosiasi kontraktor mendorong evaluasi sistem distribusi agar pasokan kembali normal.

"Kalau memang ada penimbunan, harus segera diusut. Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha terus menjadi korban akibat permainan oknum yang tidak bertanggung jawab," tegas Syawal.

Merek yang paling terdampak

Berdasarkan laporan dari beberapa daerah, empat merek yang paling sering mengalami kelangkaan adalah:

  • Semen Merah Putih
  • Semen Tiga Roda
  • Semen Andalas
  • Semen Padang

Kelangkaan ini berpotensi memperpanjang keterlambatan proyek perumahan dan mendorong kenaikan biaya pembangunan secara lebih luas. Pengawasan distribusi dan investigasi terhadap dugaan penimbunan dinilai penting untuk mengembalikan stabilitas pasokan dan harga.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait