Khutbah Wukuf di Arafah: Empat Hikmah Sekolah Kehidupan
Prof. Dr. Mustafa Kamal Rokan SHI MH menyampaikan khutbah wukuf di Padang Arafah pada Selasa (26/5) sebagai petugas haji Kloter 15 KNO. Ia menegaskan bahwa wukuf di Arafah adalah puncak manasik haji dan menjadi rukun yang wajib; secara fiqih, jika wukuf tidak dilakukan maka hajinya tidak sah.
Wukuf sebagai rukun dan tuntutan fiqih
Dalam khutbahnya, Mustafa Kamal menjelaskan aspek fiqih dan filosofi wukuf. Secara fiqih, wukuf merupakan rukun kunci haji yang tidak bisa ditinggalkan. Secara filosofis, wukuf adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan pengenalan diri, evaluasi perjalanan hidup, ketaatan kepada Allah, dan kesadaran akan kematian.
Empat hikmah wukuf di Padang Arafah
-
Mengenal diri (ma'rifah)
Menurut penceramah, kata Arafah bermakna mengenal, mengetahui, dan menyadari. Contoh historis yang disitir adalah pengalaman Nabi Adam dan Siti Hawa serta Nabi Ibrahim saat memperkuat keimanan dan pengakuan terhadap perintah Ilahi di Arafah.
-
Berhenti untuk mengevaluasi
Wukuf berarti berhenti sejenak dari aktivitas duniawi. Mustafa menjelaskan bahwa kita sering sibuk tanpa tujuan jelas, sehingga wukuf mengajarkan kita untuk tenang, mengevaluasi langkah, dan menanyakan arah hidup, sesuai pertanyaan Allah dalam surah At-Takwir.
-
Siap menaati perintah Allah
Khutbah mengingatkan pesan Rasulullah pada haji wada' tentang kesempurnaan Islam, kewajiban bertaqwa, berbuat baik, memegang amanah, menjauhi riba, serta menjaga ikatan pernikahan yang diambil atas nama Allah.
-
Simulasi kematian dan minta ampun
Wukuf diibaratkan sebagai simulasi kematian: seluruh gerak tubuh berhenti. Di Arafah jamaah memohon ampunan Allah dan mengingat bahwa kelak kita akan berkumpul kembali di padang mahsyar.
Janji ampunan pada hari Arafah
Mustafa Kamal kembali menyitir riwayat hadits yang menggambarkan keutamaan Arafah. Ia menyampaikan bahwa Nabi pernah bersabda tentang ampunan bagi yang berwukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah atau Mas'aril Haram.
"Wahai umat manusia, baru saja Jibril datang kepadaku... sungguh Allah mengampuni dosa-dosa orang-orang yang berwukuf di Arafah dan orang-orang yang bermalam di Mas'aril Haram atau Muzdalifah dan menjamin membebaskan mereka dari tuntutan balasan dari dosa-dosa mereka."
Khutbah juga menutup dengan pengingat dari hadits Aisyah:
"Tiada hari yang lebih banyak Allah membebaskan seorang hamba dari neraka selain hari Arafah."
Khutbah disampaikan dari Arafah pada 9 Zulhijjah 1447 Hijriah. Pesan utamanya adalah memaknai wukuf sebagai momen refleksi, taubat, dan pembaruan komitmen hidup beriman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sertifikasi halal gratis Sumut hanya jangkau 1.000 dari 1,4 juta UMKM
Program 1.000 sertifikat halal gratis Sumut dinilai belum efektif, hanya menjangkau 0,07% dari 1,4 juta UMKM...
Timsel Diminta Pertimbangkan Rekam Jejak Etik Calon KPID Sumut 2026–2029
Tim Advokasi minta Timsel KPID Sumut pertimbangkan integritas dan rekam jejak etik calon anggota periode 202...
Peringatan HAN ke-42 di MIN 12 Nagan Raya: Tekankan Madrasah Ramah Anak
Peringatan HAN ke-42 di MIN 12 Nagan Raya, Kamis (23/7/2026), tekankan madrasah ramah anak dan perlindungan...
DHD 45 Dorong Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Tokoh Sumut
Ketua DHD 45 Sumut dorong pengusulan tokoh Sumut sebagai pahlawan nasional dan ajak Kodam I/BB kolaborasi me...
Polri dan Ulama Perkuat Sinergi, KA SPN Polda Sumut Kunjungi Madrasah Besilam
KA SPN Polda Sumut dan Kapolres Langkat kunjungi Madrasah Tuan Guru Besilam (23/7) untuk perkuat sinergi, do...
Polres Ungkap Motif Pembunuhan Anak 10 Tahun di Aceh Tenggara
Polres Aceh Tenggara menyatakan motif pembunuhan anak 10 tahun di Lawe Sepilang berkaitan dengan upaya menut...