Lokal

279 Pelajar Diduga Keracunan MBG di Berastagi

Bagikan:
Pelajar terdampak diduga keracunan MBG di Berastagi dirawat di rumah sakit

Berastagi, Kabupaten Karo — Sebanyak 279 pelajar dilaporkan terdampak dalam kejadian diduga keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8). Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menyampaikan data sementara dan masih melakukan penanganan serta penyelidikan.

Sekolah terdampak dan perawatan korban

Dinkes Sumut menyebut ada tiga sekolah yang terdampak. Sekolah-sekolah itu adalah:

  • SMP Swasta Bersama
  • SMA Swasta Bersama
  • SMAN 1 Berastagi

Beberapa korban yang memerlukan perawatan medis saat ini dirawat di fasilitas kesehatan setempat. Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda. Pihak dinas terus memantau kondisi siswa yang dirawat.

Pemeriksaan makanan dan langkah Dinkes

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumut, Miswar, makanan yang dikonsumsi dalam kegiatan tersebut memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Meski demikian, Dinkes masih melakukan pengecekan dan pendataan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kejadian.

Kita lagi proses perjalanan menuju laboratorium untuk mengecek sampel makanan,

Perjalanan menuju laboratorium dimaksud untuk pengujian sampel makanan. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi rujukan utama untuk menentukan penyebab pasti dan langkah pengendalian selanjutnya.

Dampak dan tindak lanjut

Kasus ini memicu pemeriksaan menyeluruh oleh Dinkes Sumut. Selain pengujian sampel, tim kesehatan melakukan pendataan korban dan koordinasi dengan sekolah serta rumah sakit. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa.

Hingga pemeriksaan selesai, Dinkes Sumut menghimbau pihak sekolah dan orang tua untuk tetap tenang namun waspada. Informasi lanjutan akan diumumkan setelah pemeriksaan laboratorium rampung dan data akhir dikompilasi.

Catatan: Data yang disampaikan bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pemeriksaan laboratorium dan pendataan lanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait