Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo
Survei Puspoll Indonesia menunjukkan mayoritas publik menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei periode 18–26 Mei 2026 mencatat tingkat kepuasan sebesar 64,8 persen dari total responden.
Temuan ini dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, saat penyajian hasil survei di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 27 Juni 2026. Puspoll menilai angka tersebut menggambarkan dukungan publik terhadap kebijakan dan program pemerintah beberapa bulan terakhir.
Rincian hasil survei
Survei menunjukkan kepuasan publik masih berada pada level mayoritas, sementara tingkat ketidakpuasan lebih rendah. Chamad menekankan hasil ini sebaiknya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah ke depan.
Kepuasan terhadap Presiden masih berada pada tingkat mayoritas
Ini mencerminkan masih kuatnya dukungan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan
Metodologi dan keandalan data
Puspoll melibatkan 2.400 responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur. Quality control dilakukan pada 20 persen sampel dan tidak ditemukan kesalahan yang berarti.
Program publik yang dianggap prioritas
Responden juga diminta menilai program pemerintah yang paling penting. Hasil survei menunjukkan dukungan tinggi terhadap beberapa program sosial dan ekonomi sebagai berikut:
- Perluasan akses BPJS Kesehatan: 93,6%
- Penurunan biaya BPJS Kesehatan: 93,3%
- Peningkatan kualitas fasilitas kesehatan: 92,9%
- Pembukaan lapangan kerja: 92,5%
- Penyediaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal: 91,8%
- Pemberantasan judi online: 91,7%
Penilaian kondisi ekonomi dan komunikasi publik
Chamad menjelaskan masyarakat menilai kondisi ekonomi bukan hanya lewat indikator makro. Penilaian lebih banyak dipengaruhi pengalaman sehari-hari, seperti harga kebutuhan pokok dan pendapatan keluarga.
Dalam studi perilaku pemilih, masyarakat cenderung memberikan penghargaan berdasarkan kondisi ekonomi yang mereka alami secara langsung. Karena itu, pengendalian harga kebutuhan pokok menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah
Sisi komunikasi publik juga mendapat penilaian positif. Sebanyak 66,3% responden menilai penggunaan media sosial resmi pemerintah berjalan baik dan efektif sebagai saluran komunikasi.
Implikasi dan rekomendasi
Puspoll menyarankan pemerintah menggunakan hasil survei sebagai peringatan dini sekaligus momentum evaluasi. Fokus pada pengendalian harga kebutuhan pokok dan peningkatan layanan kesehatan dinilai krusial untuk mempertahankan kepercayaan publik.
Data survei ini memberi gambaran akurat tentang prioritas publik dan area yang memerlukan perhatian segera dari kabinet.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...