Wapres Tekankan Kepekaan Pemimpin terhadap Kondisi Masyarakat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Lemhannas RI pada Rabu, 3 Juni 2026 di Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden, Jakarta. Ia menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi riil masyarakat agar kebijakan yang dibuat mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Siapa peserta dan tema pendidikan
Pembekalan ditujukan kepada peserta Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N). Peserta berasal dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta peserta mancanegara.
Tema pendidikan tahun ini mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, yakni "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional" untuk P3N dan "Penguatan Ketahanan Pangan untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Rakyat" untuk P4N.
Wapres: kebijakan harus lahir dari pemahaman lapangan
Dalam pembekalan, Wapres menggarisbawahi bahwa kebijakan baik tidak hanya berasal dari perencanaan teknis, tetapi juga dari pemahaman yang mendalam terhadap masalah di akar rumput. Ia mendorong para calon pemimpin untuk intens turun ke lapangan dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
"Sebagai para calon pemimpin, ini harus ada kepekaan, peka terhadap apa yang terjadi di akar rumput,"
Contoh nyata: persoalan regulasi pupuk
Wapres memberi contoh bagaimana regulasi yang tumpang tindih dapat merugikan pelaku sektor riil. Ia menyebut kasus regulasi pupuk yang berjumlah sangat banyak dan memicu kesulitan distribusi serta kenaikan biaya bagi petani.
"Coba bayangkan 145 regulasi terkait pupuk. Sudah susah, mahal, kadang-kadang barangnya enggak ada, kita enggak ingin itu terjadi lagi,"
Menurutnya, solusi untuk masalah semacam ini hanya akan muncul jika pemimpin hadir, mendengar, dan memahami aspirasi masyarakat secara langsung.
Praktik komunikasi dan tindak lanjut
Wapres menegaskan pentingnya dialog langsung di lapangan. Ia rutin berdiskusi dengan kepala desa, nelayan, dan petani untuk mengumpulkan keluhan dan kebutuhan yang nyata.
"Itulah kenapa kalau saya di lokasi pasti menyempatkan waktu untuk berdiskusi dulu dengan kepala desa, nelayan, petani. Mereka keluhannya pasti banyak banget. Ini yang harus kita tindak lanjuti,"
Ia juga mengingatkan agar proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan dilengkapi komunikasi yang baik sehingga setiap eksekusi sesuai kondisi masyarakat.
"Bangun komunikasi yang baik, agar setiap langkah, setiap mengeksekusi kebijakan, itu benar-benar disesuaikan dengan kondisi masyarakat,"
Tanggapan Lemhannas dan penutup
Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menyambut baik pembekalan tersebut. Ia mengatakan peserta telah menerima materi tentang wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategi.
"Karena itu diperlukan penyesuaian terhadap kurikulum dan metode pembelajaran tanpa mengurangi substansi pendidikan yang menjadi kekuatan utama Lemhannas,"
Wapres menutup pembekalan dengan ucapan selamat kepada peserta dan harapan agar para calon pemimpin terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemkot Selidiki Kematian Harimau Putih Anggun di Semarang Zoo
Pemkot Semarang menyelidiki kematian harimau putih Anggun di Semarang Zoo, menyusul dugaan kesalahan prosedu...
Putri Ariani Meriahkan HAN 2026, KOWANI Tekankan Inklusivitas
Putri Ariani tampil di HAN 2026; KOWANI menyatakan penampilan itu menguatkan inklusivitas dan hak anak untuk...
Komisi VII DPR Dorong Perluasan Pembiayaan untuk Ekonomi Kreatif
Komisi VII DPR mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk penambahan kuota d...
Kekerasan Digital terhadap Anak Meningkat, Save the Children Serukan Kolaborasi
Save the Children melaporkan kenaikan kekerasan digital pada anak dan mendorong kolaborasi pemerintah, kelua...
Bappenas Tetapkan Perlindungan Anak Digital sebagai Prioritas Nasional
Bappenas menetapkan perlindungan anak di ruang digital sebagai prioritas nasional, diintegrasikan ke RPJPN,...
FABC: Sinodalitas Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia
FABC menegaskan sinodalitas bukan tujuan akhir, melainkan jalan memperkuat misi Gereja di Asia; sidang pleno...