Kemenkop Perkuat Koperasi Susu Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Kementerian Koperasi memperkuat peran koperasi susu untuk mendukung kedaulatan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan ini melibatkan integrasi koperasi susu ke dalam kebijakan nasional, modernisasi fasilitas produksi, dan upaya memastikan pasokan susu pasteurisasi yang berasal dari peternak rakyat.
Langkah kebijakan dan tujuan
Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, menyatakan inisiatif ini merupakan sinergi hulu ke hilir. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan anak-anak menerima susu berkualitas yang diproduksi oleh peternak melalui koperasi.
Peluncuran penguatan koperasi susu ini adalah langkah konkret sinergi dari hulu ke hilir. Kita memastikan susu pasteurisasi yang diminum anak-anak diproduksi langsung oleh peternak rakyat melalui koperasi
Integrasi dengan program MBG dan regulasi
Kemenkop juga mengawal penyusunan Peraturan Presiden terkait operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Tujuannya agar koperasi sektor riil, termasuk koperasi susu, terintegrasi dengan pelaksanaan MBG di tingkat daerah dan pusat.
Integrasi ini diharapkan memperjelas peran koperasi sebagai pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melaksanakan program MBG.
Modernisasi sarana dan rantai pasok
Pemerintah mendorong modernisasi sarana prasarana koperasi susu. Fokusnya meliputi penyediaan mesin pasteurisasi dan penguatan cold chain agar pasokan susu segar berkualitas dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
- Penyediaan mesin pasteurisasi bagi koperasi
- Peningkatan fasilitas pendingin dan distribusi rantai dingin
- Penguatan kapasitas produksi dan standar kualitas
Potensi daerah dan kontribusi produksi
Wakil Bupati Pasuruan, M. Shobih Asrori, menyebut daerahnya berpotensi menjadi sentra produksi susu nasional. Ia menekankan bahwa koperasi susu harus berperan tidak hanya pada aspek ekonomi peternak, tetapi juga pada upaya peningkatan gizi masyarakat.
Koperasi susu tidak boleh hanya berhenti pada ranah ekonomi peternak. Melainkan harus menjadi pilar utama dalam mendukung kedaulatan gizi nasional
Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menambahkan bahwa Jawa Timur masih menjadi penyumbang terbesar produksi susu nasional dengan kontribusi hampir 60 persen. Ia berharap penguatan koperasi akan meningkatkan kapasitas sebagai pemasok susu pasteurisasi bagi SPPG dalam program MBG.
Penguatan koperasi susu juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas koperasi sebagai pemasok susu pasteurisasi bagi SPPG dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis
Prospek dan implikasi
Dengan kebijakan dan dukungan fasilitas, koperasi susu diharapkan mampu menyediakan pasokan susu berkualitas secara berkelanjutan dan berkontribusi pada kedaulatan pangan serta perbaikan gizi anak-anak. Keberhasilan program ini akan bergantung pada implementasi Peraturan Presiden KDKMP dan kemampuan koperasi mengadopsi modernisasi produksi dan distribusi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...