DPR Minta Kemenhaj Antisipasi Dampak Geopolitik pada Haji
Jakarta — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah untuk menyiapkan antisipasi terhadap tantangan penyelenggaraan ibadah haji ke depan, terutama dampak dari situasi geopolitik di wilayah Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan pada 18 Juni 2026 sebagai respons atas hasil evaluasi penyelenggaraan haji 1447H/2026M.
Ancaman geopolitik dan stabilitas kawasan
Abidin menekankan bahwa tantangan haji tidak hanya soal peningkatan layanan, tetapi juga terkait kondisi politik regional yang berpotensi memengaruhi kelancaran operasional di Tanah Suci.
"Dalam tantangan haji ke depan tentu situasi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang mudah-mudahan terus membaik,"
Ia meminta agar pemerintah memantau perkembangan kawasan dan menyiapkan langkah mitigasi agar penyelenggaraan tetap aman dan terkoordinasi.
Evaluasi penyelenggaraan 1447H/2026M
Hasil evaluasi yang dibahas pimpinan DPR dan Kementerian Haji serta pihak terkait menunjukkan sejumlah keberhasilan, termasuk perbaikan layanan transportasi, akomodasi, katering, dan fasilitas kesehatan bagi jemaah.
Komitmen transformasi layanan menjadi fokus utama agar penyelenggaraan haji semakin profesional, nyaman, dan aman bagi jamaah Indonesia.
Tekanan biaya dan pengurangan masa tunggu
Pimpinan DPR menyatakan keterlibatan legislatif dalam mengawal penetapan BPIH berhasil menekan biaya haji secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Perhatian khusus juga diarahkan pada pengurangan masa tunggu pendaftaran.
Menurut catatan rapat, antrean yang semula hampir 35–40 tahun berhasil ditekan menjadi sekitar 26 tahun. Hal ini dinilai sebagai capaian penting meski masih memerlukan upaya lanjutan.
Pengawalan hak jemaah dan layanan khusus
Komisi VIII menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan haji hingga seluruh jemaah kembali, dengan perhatian pada hak-hak jamaah, termasuk layanan khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Komitmen itu ditegaskan guna memastikan setiap calon jemaah mendapatkan pelayanan yang aman, bermartabat, dan sesuai standar hingga kepulangan kloter terakhir pada 1 Juli 2026.
Sinergi antarlembaga
Keberhasilan tahun ini disebut hasil sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI di Arab Saudi, otoritas Arab Saudi, DPR, dan para petugas haji.
Abidin berharap capaian positif menjadi fondasi untuk peningkatan layanan yang berkelanjutan dan kesiapan menghadapi dinamika kawasan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...