Ekonomi

Kemenekraf dan DANA Perluas Pemberdayaan Perempuan UMKM

Bagikan:
Irene Umar dan perwakilan DANA pada penganugerahan SisBerdaya DisBerdaya 2026 di Jakarta

Kementerian Ekonomi Kreatif bersama DANA Indonesia memperluas program pemberdayaan perempuan pelaku UMKM melalui penguatan digitalisasi dan akses pasar. Pengumuman itu disampaikan pada penganugerahan program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 di Rumah Kaca Melati, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas, literasi keuangan, dan penggunaan teknologi bagi perempuan, termasuk penyandang disabilitas, agar usaha mereka naik kelas.

Program, sejarah, dan capaian

SisBerdaya diluncurkan DANA pada 2023 sebagai program pemberdayaan UMKM perempuan. Pada 2024, muncul DisBerdaya untuk membuka akses setara bagi perempuan penyandang disabilitas. Sampai 2026, program gabungan telah menjangkau lebih dari 16.000 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahun ini, panitia memilih 35 finalis yang mendapat apresiasi sekaligus pelatihan intensif. Topik pelatihan mencakup pemasaran digital, kecerdasan buatan, dan literasi keuangan.

Dukungan pemerintah dan peran swasta

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberi pengakuan atas komitmen DANA memperluas akses dan pengembangan produk kreatif nasional. Menurutnya, kolaborasi pemerintah-swasta penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pelaku ekonomi kreatif perempuan.

"Era digital terasa semakin dekat dengan teknologi pembayaran seperti QRIS dan pemasaran digital. Hingga akses terhadap berbagai platform keuangan yang telah membuka kesempatan sama bagi siapa pun yang ingin berkembang,"

"Hal terpenting adalah keberanian untuk memulai, belajar, dan terus bertumbuh. Sehingga bisa berjuang sampai mengembangkan produk-produk kreatif dari Indonesia,"

Materi pelatihan dan manfaat langsung

Program memberikan pelatihan praktis dan akses pendampingan untuk skala usaha mikro dan ultra mikro. Materi disusun untuk membantu peserta memanfaatkan teknologi demi meningkatkan penjualan dan efisiensi usaha.

  • Digital marketing untuk optimasi penjualan online
  • Kecerdasan buatan (AI) untuk analisis tren dan personalisasi
  • Literasi keuangan untuk pengelolaan usaha yang lebih baik
  • Strategi content commerce melalui affiliate dan influencer marketing

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menekankan dampak sosial program ini terhadap komunitas lokal.

"Mereka tidak hanya membangun usaha, tetapi juga menggerakkan keluarga, komunitas, dan ekonomi sekitar. Dibalik program ini tentu ada cerita tentang usaha yang berkelanjutan, lapangan kerja yang tercipta, dan keluarga yang memperoleh kehidupan lebih baik,"

Prospek dan kelanjutan

Kementerian Ekraf menyatakan akan terus membuka peluang akses pelatihan nasional hingga internasional bagi para pejuang ekraf perempuan. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan memperluas jejaring, akselerasi usaha, dan memperkuat kontribusi ekonomi kreatif Indonesia.

Dengan dukungan teknologi dan pelatihan, program ini diarahkan untuk menjadi titik awal perjalanan skala yang lebih besar bagi para perempuan pelaku UMKM.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait