Kemendag Turunkan HPE dan HR Emas Periode I Juli 2026
Kementerian Perdagangan menetapkan penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) emas untuk periode I Juli 2026 yang berlaku 1-14 Juli 2026. Keputusan ini tertuang dalam Kepmendag Nomor 1505 Tahun 2026 dan dipicu oleh penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Rincian penetapan HPE dan HR
Pada periode I Juli 2026, HPE emas ditetapkan turun 5,36 persen menjadi USD135.512,62 per kilogram dari sebelumnya USD143.190,64 per kilogram pada periode II Juni 2026. Sementara itu, HR emas turun menjadi USD4.214,92 per troy ounce dari USD4.453,73 per troy ounce.
| Parameter | Periode II Juni 2026 | Periode I Juli 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| HPE (USD/kg) | USD143.190,64 | USD135.512,62 | -5,36% |
| HR (USD/troy ounce) | USD4.453,73 | USD4.214,92 | Penurunan |
Faktor penyebab penurunan
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan penurunan HPE dan HR emas dipengaruhi oleh beberapa faktor pasar global. Penguatan nilai tukar dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan harga emas karena instrumen ini tidak memberikan bunga maupun dividen.
"Penurunan HPE dan HR emas dipengaruhi menguatnya nilai tukar dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Selain itu, kebijakan suku bunga yang masih berada pada level tinggi turut menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga maupun dividen."
Tommy menambahkan bahwa peralihan alokasi investasi dari emas ke instrumen keuangan berbunga membuat permintaan emas global melemah. Di sisi lain, pasokan emas yang relatif stabil mempercepat koreksi harga di pasar internasional.
Dasar penetapan dan koordinasi
Penetapan HPE dan HR didasarkan pada data teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). Keputusan ini juga hasil koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
Dampak dan prospek
Penurunan HPE dan HR akan memengaruhi perhitungan bea keluar pada produk pertambangan emas yang dikenakan tarif tersebut. Pelaku usaha pertambangan dan eksportir perlu menyesuaikan perhitungan harga jual dan bea keluar selama periode 1-14 Juli 2026. Ke depan, pergerakan nilai tukar dan kebijakan suku bunga global akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah harga emas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
PLN Pulihkan 100% Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7
PLN memulihkan 100% pasokan listrik di Flores sejak 18 Agustus 2026; kolaborasi lintas lembaga percepat pemu...
KAI-KCIC EduTrain: 81 Anak Panti Ikuti Perjalanan Edukatif
KAI dan KCIC menggelar EduTrain Jakarta–Bandung pada 18 Agustus 2026 untuk mendidik 81 anak panti lewat perj...
KAI Layani 216.158 Penumpang pada Puncak Libur Kemerdekaan
KAI melayani 216.158 penumpang pada puncak libur 17 Agustus; total 800.651 penumpang selama 14–17 Agustus 20...
LPDB Koperasi Salurkan Rp22,13 Triliun dalam 20 Tahun
LPDB Koperasi menyatakan telah menyalurkan Rp22,13 triliun ke 3.909 koperasi di 36 provinsi selama 20 tahun,...
Rupiah Melemah 0,36% Terdorong Kenaikan Harga Minyak
Rupiah ditutup melemah 0,36% ke Rp17.862, tertekan kenaikan harga minyak dan risiko geopolitik yang memengar...
IHSG Menguat 0,75% pada Penutupan 18 Agustus 2026
IHSG ditutup menguat 0,75% pada 18 Agustus 2026 di level 6.449,83, didorong sentimen domestik meski tekanan...