Kemendag Selaraskan Program Ekspor Jawa–Sumatra Berdasarkan Potensi Daerah
Kementerian Perdagangan menyelaraskan program pengembangan ekspor dengan potensi dan kebutuhan tiap daerah melalui Forum Koordinasi Program Pengembangan Ekspor Berbasis Kewilayahan untuk wilayah Jawa dan Sumatra. Forum digelar daring pada 27 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 250 peserta dari dinas perdagangan serta pelaku usaha daerah.
Ringkasan forum dan tujuan
Forum bertujuan menghubungkan program pusat dengan karakteristik komoditas daerah. Kegiatan ini memberi informasi langsung tentang layanan dan dukungan yang tersedia untuk memperkuat kegiatan ekspor regional. Peserta berkesempatan menyampaikan kendala dan kebutuhan secara langsung kepada perwakilan Kemendag.
Program pendukung ekspor
Kemendag memaparkan beberapa program yang disiapkan untuk mendongkrak kinerja ekspor daerah. Informasi dan program tersebut mencakup beberapa aspek penting bagi eksportir.
- Informasi pasar dan akses pasar internasional
- Penguatan kapasitas eksportir melalui pelatihan dan bimbingan teknis
- Pengembangan produk sesuai standar pasar tujuan
- Penjajakan bisnis dan business matching
- Promosi dagang internasional
Peran pemerintah daerah
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menegaskan pentingnya peran daerah dalam proses identifikasi dan pembinaan produk unggulan. Menurutnya, tiap wilayah memiliki keunggulan dan tantangan berbeda sehingga program harus disesuaikan.
"Setiap daerah memiliki potensi unggulan sekaligus tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, kita perlu menyelaraskan program pengembangan ekspor dengan kebutuhan di daerah," ujar Puntodewi.
Kemendag, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), menyediakan berbagai layanan untuk memperkuat kesiapan pelaku usaha memasuki pasar global. Sinergi Kemendag dengan pemerintah daerah dinilai krusial agar potensi ekspor daerah berkembang secara berkelanjutan.
Komunikasi dua arah
Sekretaris Ditjen PEN, Sugih Rahmansyah, menekankan bahwa forum bukan sekadar penyampaian program. Forum juga jadi wadah untuk menyerap aspirasi dan kendala dari daerah sehingga kebijakan dapat lebih tepat sasaran.
"Kami tidak hanya menyampaikan program, tapi ingin mendengar langsung kebutuhan dan kendala dari daerah. Kami perlu mendengar masukan dari pemerintah daerah maupun pelaku usaha," ujar Sugih.
Prospek dan tindak lanjut
Ke depan, Kemendag akan melanjutkan koordinasi dan menyiapkan program lanjutan sesuai masukan daerah. Evaluasi berkala dan pendampingan teknis diharapkan meningkatkan daya saing produk daerah di pasar internasional. Dengan pendekatan berbasis kewilayahan, pemerintah berharap ekspor dari Jawa dan Sumatra mampu tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...