BMKG: Kekeringan Meluas Saat Puncak Kemarau 2026
BMKG memperingatkan kekeringan ekstrem bakal meluas saat puncak kemarau 2026 karena kombinasi El Nino dan perkembangan IOD positif. Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyatakan sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami hari tanpa hujan berkepanjangan antara 30 hingga 60 hari, terutama di Nusa Tenggara. Pernyataan disampaikan dalam dialog di PRO 3 RRI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Penyebab: El Nino dan IOD Positif
Menurut Ardhasena, puncak musim kemarau yang sedang berlangsung diperparah oleh fenomena El Nino yang menekan peluang pembentukan hujan. Selain itu, berkembangnya IOD positif di Samudra Hindia turut mengurangi curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Untuk daerah yang berkategori sangat panjang, antara 30 hingga 60 hari itu mayoritas ada di Nusa Tenggara
Wilayah Terdampak dan Durasi Kekeringan
BMKG mengidentifikasi wilayah selatan khatulistiwa mengalami defisit hujan yang berpotensi berkembang dari kekeringan meteorologis menjadi kekeringan hidrologis. Dampaknya sudah mulai terlihat pada pasokan air permukaan yang menurun.
Durasi tanpa hujan yang diperkirakan mencapai 30–60 hari menempatkan Nusa Tenggara sebagai daerah paling rentan. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diimbau mempersiapkan mitigasi jauh hari.
Dampak dan Imbauan BMKG
BMKG mengingatkan berbagai konsekuensi dari kekeringan berkepanjangan, antara lain berkurangnya pasokan air permukaan dan meningkatnya risiko kebakaran lahan. Sektor pertanian juga terdampak, sehingga pola tanam perlu disesuaikan.
Masyarakat yang bergantung dengan sumber air permukaan akan mengalami tantangan karena sumber air juga bergantung dari hujan
Rekomendasi mitigasi yang disampaikan BMKG meliputi koordinasi antarlembaga, distribusi bantuan air bersih, langkah penghematan air, serta penyebaran informasi iklim secara intensif.
- Perkuat koordinasi pemerintah daerah
- Distribusi bantuan air bersih untuk wilayah terdampak
- Himbauan penghematan dan manajemen sumber air
- Penyesuaian pola tanam, misalnya beralih dari padi ke tanaman palawija
Prakiraan Cuaca Mingguan dan Peringatan Lokal
Secara umum BMKG mencatat cuaca Indonesia didominasi cerah berawan hingga hujan ringan untuk periode 14–20 Agustus 2026. Namun ada potensi hujan lebat di beberapa daerah dan peringatan angin kencang di wilayah tertentu.
Potensi hujan lebat: Sumatera Barat dan Papua Pegunungan.
Waspada angin kencang diperkirakan terjadi di:
- Aceh
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat Daya dan Papua Selatan
Kesimpulan dan Langkah Ke Depan
BMKG menegaskan bahwa kondisi saat ini menuntut langkah mitigasi aktif, bukan sekadar kewaspadaan. Koordinasi antar-pemangku kepentingan, penyediaan air bersih, dan adaptasi sektor pertanian menjadi prioritas untuk mengurangi dampak kekeringan pada masyarakat dan ekonomi lokal.
Informasi cuaca dan iklim yang terus diperbarui dari BMKG diharapkan menjadi dasar kebijakan daerah dalam menghadapi puncak kemarau 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...