Nasional

Pemerintah Kerahkan 40 Armada Udara untuk Tangani Karhutla

Bagikan:

Pemerintah mengerahkan 40 armada udara untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 19 Agustus 2026. Pernyataan itu disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Langkah ini bagian dari upaya terpadu bersama BNPB dan BMKG untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran yang berdampak luas pada lingkungan dan masyarakat.

Rincian armada udara

Menurut Raja Juli, jumlah armada yang dikerahkan BNPB terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter. Komposisinya dirancang untuk patroli, pemadaman, serta mendukung operasi cuaca guna memperkecil risiko kebakaran lebih luas.

Jenis Jumlah (Total BNPB) Jumlah (6 Provinsi Prioritas)
Pesawat patroli 10 12
Helikopter water bombing 27 21
Pesawat dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 3 3
Total armada 40 36

Koordinasi lintas lembaga

Raja Juli menegaskan penanganan karhutla bersifat lintas sektoral. Pemerintah memperkuat sinergi antara Kementerian Kehutanan, BNPB, dan BMKG untuk menggabungkan kemampuan patroli, pemadaman, dan modifikasi cuaca.

"Pemerintah all out tangani karhutla. Kementerian Kehutanan terus memperkuat sinergi dengan BNPB dan BMKG dalam mencegah Karhutla,"

Keterangan tersebut disampaikan dalam keterangan pers yang dirilis pada Rabu, 19 Agustus 2026. Upaya kolaboratif dianggap penting mengingat potensi dampak kesehatan dan ekonomi bila kebakaran meluas.

Prioritas wilayah dan kesiapsiagaan

Untuk mempercepat respons, pemerintah memprioritaskan enam provinsi rawan. Di wilayah prioritas itu, sebagian besar armada diarahkan untuk patroli intensif dan operasi water bombing.

Selain pengerahan armada, sejumlah langkah kesiapsiagaan telah dilakukan. Antara lain:

  • Rapat koordinasi antar lembaga terkait;
  • Rapat terbatas yang dipimpin Presiden di Istana Negara;
  • Apel kesiapsiagaan di tiga provinsi dianggap rawan: Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.

Dengan kombinasi sumber daya udara dan koordinasi kelembagaan, pemerintah berharap bisa menurunkan frekuensi serta luas kebakaran pada musim kering mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait