Dirut RRI: Kejujuran dan Toleransi Perkuat Karakter Bangsa
I Hendrasmo, Direktur Utama LPP RRI, meminta agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dijadikan momen untuk meneladani kejujuran, amanah, dan akhlak Rasulullah. Pernyataan itu disampaikan saat sambutan pada peringatan Maulid di kantor LPP RRI, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam perilaku nyata untuk memperkuat persatuan bangsa.
Maulid sebagai momentum keteladanan
Hendrasmo mengatakan keteladanan Rasulullah tetap relevan dalam kehidupan berbangsa. Ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai moral sebagai pedoman sehari-hari, bukan sekadar ritual seremonial.
"Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum meneladani kejujuran, amanah, dan akhlak mulia Rasulullah dalam keseharian. Keteladanan tersebut harus diwujudkan melalui perilaku nyata agar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,"
Nilai yang ditekankan
Dalam sambutannya, Hendrasmo merinci beberapa nilai utama yang perlu dikedepankan. Ia menyoroti pentingnya kejujuran dan keadilan dalam tugas publik serta kasih sayang dan toleransi dalam hubungan antarsesama.
- Kejujuran sebagai fondasi pekerjaan dan interaksi sosial.
- Keadilan sebagai prinsip dalam setiap keputusan bersama.
- Kasih sayang dan toleransi untuk membangun hubungan harmonis.
- Amanah dan akhlak sebagai ukuran kemuliaan seseorang, bukan kedudukan atau harta.
Keragaman sebagai kekuatan
Hendrasmo menilai keberagaman Indonesia sebagai anugerah yang harus dijaga melalui dialog dan saling menghormati. Menurutnya, penghormatan terhadap perbedaan penting untuk memelihara kerukunan dan memperkuat persatuan.
"Perbedaan harus kita hargai sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang memperkuat persatuan dan kesatuan,"
Dari seremonial ke tindakan nyata
Lebih jauh, Hendrasmo berharap peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia menyerukan agar institusi dan individu menerjemahkan nilai-nilai keteladanan menjadi praktik sehari-hari yang konkret.
Implementasi nilai-nilai itu, menurutnya, dapat memperkuat kerukunan dan mendorong Indonesia menjadi bangsa yang beradab dan berkeadaban.
Pernyataan Hendrasmo menegaskan peran lembaga publik dalam mempromosikan etika dan akhlak sebagai bagian dari upaya menjaga kohesi sosial dan membangun budaya kerja yang berintegritas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...