Kemdiktisaintek: Kecurangan SNBT Dominan Sasar Prodi Kedokteran
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan TeknologiSeleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun lalu menyasar Program Studi Kedokteran. Temuan diumumkan di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026, setelah identifikasi pola praktik penggunaan jasa joki saat ujian.
Temuan utama dan besaran kasus
Kemdiktisaintek menyatakan angka kasus mencapai hampir 99 persen yang menarget Prodi Kedokteran. Praktik ini dinilai merusak asas keadilan seleksi dan mencederai pembentukan karakter generasi penerus.
“Sebagian besar, hampir semuanya, memang menyasar Program Studi Kedokteran. Kami tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan dalam SNBT,”
— Brian Yuliarto, Mendiktisaintek
Ketua SNPMB, Eduart Wolok, turut mengonfirmasi temuan itu. Menurutnya, pelanggaran mayoritas dilakukan dengan menggunakan jasa joki ujian.
“Mayoritas hampir 100 persen yang menggunakan joki memang menyasar Prodi Kedokteran. Data itu menjadi perhatian utama panitia dalam pengawasan SNBT tahun ini,”
— Eduart Wolok, Ketua SNPMB
Strategi pengawasan dan mitigasi
Menanggapi pola kecurangan yang berulang, panitia SNBT menerapkan beberapa langkah khusus. Tujuannya mempersempit celah yang selama ini dimanfaatkan untuk praktik joki.
- Memajukan jadwal ujian bagi peserta peminat Kedokteran sehingga mengikuti pada hari pertama dan kedua.
- Perketat pengawasan selama pelaksanaan UTBK melalui peningkatan patroli dan verifikasi identitas.
- Peningkatan koordinasi antara panitia pusat dan pengawas di lokasi ujian untuk deteksi dini pola kecurangan.
Menurut panitia, penempatan peserta Kedokteran dan Kedokteran Gigi di hari awal dirancang untuk mengurangi peluang persiapan penggunaan joki yang sering dilakukan setelah ujian hari pertama oleh oknum tertentu.
Dampak pada peserta dan integritas seleksi
Pejabat Kemdiktisaintek menekankan praktik kecurangan merugikan peserta yang jujur. Selain itu, tindakan tersebut berdampak pada reputasi sistem seleksi nasional perguruan tinggi.
Komitmen pemerintah jelas: memperkuat integritas SNBT dan menindak tegas pelanggaran agar proses seleksi adil bagi seluruh calon mahasiswa.
Prospek dan tindak lanjut
Kemdiktisaintek memastikan pengawasan SNBT akan terus diperketat pada tahun mendatang. Panitia juga melakukan evaluasi rutin pola kecurangan untuk menyesuaikan langkah mitigasi ke depan.
Langkah-langkah ini diharapkan menekan praktik joki dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme penerimaan mahasiswa baru.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Perpres Tata Kelola Kopdes Dikebut, Rampung Pekan Ini
Pemerintah menargetkan Perpres tata kelola Kopdes rampung pekan ini untuk mempercepat operasional Koperasi D...
Bulog Pastikan Kualitas Beras Bantuan Tahap II untuk 33,14 Juta KPM
Bulog periksa kualitas beras Banpang Tahap II di Sunter Timur jelang penyaluran Agustus 2026 untuk 33,14 jut...
Menteri Dorong Biodiversitas Jadi Penggerak Ekonomi Hijau
Menteri Lingkungan Hidup dorong biodiversitas jadi modal ekonomi hijau melalui Biodiversity+ Business Forum...
Komdigi Perketat Pengawasan Registrasi SIM Berbasis Biometrik
Komdigi perketat pengawasan registrasi SIM berbasis biometrik; seluruh operator diwajibkan memastikan mitra...
Prabowo Minta Antisipasi Dampak Perang pada Pasokan Energi
Presiden Prabowo minta antisipasi terganggunya pasokan energi jika perang Timur Tengah berlanjut; ratas di I...
Korlantas: Hoaks Denda Rp250 Ribu untuk Ban Gundul
Korlantas Polri menyatakan kabar denda Rp250 ribu untuk ban gundul hoaks dan meminta masyarakat memverifikas...