Nasional

Bulog Pastikan Kualitas Beras Bantuan Tahap II untuk 33,14 Juta KPM

Bagikan:
Pemeriksaan kualitas beras Bulog di Kompleks Pergudangan Sunter Timur Jakarta Utara

Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten melakukan pemeriksaan kualitas beras yang akan disalurkan dalam program Bantuan Pangan (Banpang) Tahap II. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, di Kompleks Pergudangan Sunter Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagai persiapan penyaluran yang direncanakan mulai Agustus 2026 untuk alokasi tiga bulan.

Pemeriksaan kualitas menjelang penyaluran

Pengecekan dilakukan untuk memastikan stok beras di gudang layak dibagikan kepada penerima. Tim inspeksi menilai kondisi fisik beras dan prosedur penyimpanan sebelum distribusi. Pemeriksaan ini bagian dari rangkaian koordinasi antar pemangku kepentingan agar penyaluran berjalan sesuai standar.

“Pengecekan kualitas ini merupakan salah satu tahapan koordinasi dalam persiapan penyaluran Bantuan Pangan dengan melibatkan stakeholder terkait. Guna memastikan beras yang akan disalurkan dalam kondisi baik,”

Siapa saja yang terlibat?

Selain Perum Bulog, pemeriksaan melibatkan sejumlah instansi terkait. Hadir perwakilan dari Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aparat penegak hukum juga dilibatkan untuk mengawal aspek ketertiban distribusi.

  • Dinas Sosial DKI Jakarta
  • Dinas Ketahanan Pangan DKI Jakarta
  • Satgas Pangan Polda Metro Jaya
  • Penyedia jasa angkutan

Target penyaluran dan tujuan stabilisasi

Bulog menargetkan penyaluran Banpang Tahap II kepada 33,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan mulai Agustus 2026. Program ini termasuk instruksi presiden yang bertujuan membantu masyarakat sekaligus menahan lonjakan permintaan pasar terhadap beras.

“Dengan target rencana penyaluran kepada 33,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), permintaan konsumen atas beras di pasar dapat ditekan. Guna menjaga tingkat inflasi bahan pangan pokok,”

Selain Banpang: SPHP dan GPM

Selain untuk program Banpang, pemeriksaan kualitas juga mencakup stok beras yang akan dipakai pada program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini memastikan beras yang dikelola Bulog tidak hanya layak untuk bantuan, tetapi juga untuk penjualan umum.

“Baik untuk kebutuhan bantuan maupun penjualan, dalam kondisi kualitas yang terjaga baik dan aman dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi,”

Penutup: rutinitas untuk menjaga pasokan

Bulog menegaskan pemeriksaan kualitas merupakan kegiatan rutin sebagai bagian dari pengelolaan stok publik. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan pangan, mendukung program bantuan sosial, dan membantu stabilisasi harga beras di pasar dalam jangka pendek.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait