Nasional

Prabowo Minta Antisipasi Dampak Perang pada Pasokan Energi

Bagikan:

Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mempersiapkan antisipasi terhadap terganggunya pasokan energi global jika perang di Timur Tengah berlanjut. Permintaan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026, yang berlangsung sekitar 3,5 jam dan dipimpin oleh Presiden.

Rapat fokus pada ketahanan energi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pesan Presiden menekankan pentingnya memprediksi perkembangan situasi dunia dan menyiapkan langkah antisipatif.

Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia. Termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia

Inovasi dan diversifikasi sumber energi

Dalam ratas, Prabowo meminta agar Indonesia memperkuat ketahanan energi karena gangguan pasokan global akan berdampak pada kondisi dalam negeri. Salah satu langkah yang dibahas adalah pengembangan dan adopsi B50 sebagai alternatif bahan bakar.

Berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak yang tentunya mengharuskan kita untuk memiliki ketahanan energi (energy security), termasuk. Termasuk di antaranya adalah diversifikasi dan adopsi B50

Dukungan infrastruktur untuk pangan dan energi

Menteri AHY menegaskan kementeriannya akan memaksimalkan kesiapan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Fokusnya adalah memastikan prioritas pembangunan tidak terganggu meski ada tekanan dari dinamika global.

Menurut AHY, dukungan infrastruktur mencakup peningkatan konektivitas dan fasilitas pendukung agar program prioritas presiden dapat terlaksana secara efektif.

Agenda ekonomi dan kebijakan pro-rakyat

Selain isu energi, ratas membahas kebijakan ekonomi termasuk pemberian bantuan sosial. Presiden Prabowo ingin memastikan program pemerintah tetap pro-rakyat dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selebihnya tadi banyak hal yang didiskusikan, tetapi pada umumnya tentang ekonomi, bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat. Kebijakan untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi

Dengan arahan ini, pemerintah menempatkan ketahanan energi sebagai bagian penting dari strategi nasional. Ke depan, upaya diversifikasi bahan bakar dan penguatan infrastruktur akan jadi fokus untuk meredam dampak fluktuasi pasokan dan harga energi global.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait