KAI: 134 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, 48 Orang Tewas
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 134 kecelakaan di perlintasan sebidang pada periode berjalan yang menyebabkan 48 orang meninggal. Data itu disampaikan KAI secara tertulis di Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026. Mayoritas insiden dipicu oleh pengendara yang nekat menerobos palang pintu.
Rekap kecelakaan dan jenis kendaraan
KAI menyebutkan dari keseluruhan kejadian, kendaraan roda dua mendominasi. Sebanyak 77 unit sepeda motor terlibat dalam tabrakan di perlintasan sebidang. Meskipun jumlah kecelakaan turun dibanding tahun lalu, korban jiwa masih signifikan.
Imbauan KAI kepada pengguna jalan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengimbau masyarakat meningkatkan kedisiplinan demi keselamatan bersama. Ia menekankan pentingnya merespons isyarat palang pintu dengan benar.
"Palang terbuka tetap perlu direspons dengan kewaspadaan, jangan langsung melaju. Palang tertutup adalah perintah untuk berhenti," ujar Anne.
Anne menguraikan langkah sederhana yang wajib dilakukan pengendara sebelum melintas perlintasan:
- Berhenti sejenak
- Tengok kanan dan kiri
- Dengarkan sekitar
- Pastikan jalur benar-benar aman sebelum melaju
"Bila palang mulai menutup, sirine berbunyi, atau petugas memberi isyarat berhenti, jangan mencari celah," tambah Anne.
Tren dan upaya penanganan
Angka kecelakaan terpantau turun tipis, dari 138 kejadian menjadi 134 kejadian dibanding periode sama tahun lalu, atau penurunan sekitar tiga persen. Menurut KAI, penurunan ini mencerminkan upaya keselamatan yang berjalan, namun masih ada pekerjaan rumah karena setiap nyawa berharga.
Untuk mengurangi risiko, KAI aktif melakukan penutupan dan penyempitan pada titik perlintasan rawan. Realisasi tindakan penanganan mencapai 226 titik hingga pertengahan tahun 2026.
Risiko di luar perlintasan dan sosialisasi
Selain perlintasan, KAI juga melaporkan korban akibat aktivitas di jalur nonperlintasan. Terdapat 188 korban jiwa akibat insiden di jalur kereta yang bukan perlintasan. KAI meminta jalur rel diperlakukan sebagai area operasi yang harus steril.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berjalan, bermain, berfoto, memarkir kendaraan, meletakkan barang, atau beraktivitas di jalur kereta api. Jalur kereta api adalah area operasi yang harus steril. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan warga sama-sama bergantung pada kepatuhan kita," ujar Anne.
EVP Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan bahwa sosialisasi keselamatan sudah digelar luas. Hingga pertengahan tahun terdapat 1.036 kegiatan sosialisasi untuk memperkuat pesan keselamatan.
"Kebiasaan menerobos harus kita tinggalkan. Budaya selamat dimulai dari keputusan sederhana yaitu berhenti, tengok kanan, tengok kiri, dengarkan sekitar, lalu melintas setelah aman," kata Wisnu Pramudya.
Pesan penutup
KAI menegaskan kembali bahwa disiplin pengguna jalan menjadi faktor utama menekan angka kecelakaan. Terutama saat musim liburan sekolah, kepatuhan pada rambu dan palang pintu menjadi penentu apakah perjalanan pulang akan aman atau berujung tragedy.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.