Nasional

Fadli Zon: Keberagaman Budaya Indonesia Jadi Kekuatan Bangsa

Bagikan:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berbicara saat pembukaan Karantina Gita Bahana Nusantara 2026 di Depok

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan pemersatu bangsa saat membuka Karantina Gita Bahana Nusantara 2026 di Depok, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2026. Ia menyebut kekayaan budaya Nusantara—yang meliputi 1.340 suku dan 718 bahasa daerah—sebagai modal besar membangun peradaban bangsa.

Kekayaan budaya Nusantara

Fadli menyebut budaya Indonesia sebagai "mega-diversity" yang tidak dimiliki negara lain. Menurutnya, ragam ekspresi budaya dari Sabang sampai Merauke memperkuat identitas nasional dan menambah variasi kreativitas masyarakat.

Budaya kita ini adalah budaya yang saya selalu sebut mega-diversity. Kita ini beragam, kekayaan dan keberagaman kita luar biasa dari Sabang sampai Merauke

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa tidak ada kekayaan budaya yang lebih hebat dari Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta dan pengurus acara sebagai bentuk apresiasi atas keberagaman budaya.

Dasar hukum pemajuan kebudayaan

Fadli mengingatkan bahwa pemajuan kebudayaan bukan sekadar retorika, melainkan amanat konstitusi. Ia merujuk pada Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai landasan hukum kegiatan kebudayaan di Indonesia.

Ia menekankan bahwa kebudayaan tidak hanya terkait seni. Ada sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang diatur, termasuk bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, dan permainan tradisional sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan.

  • Bahasa
  • Tradisi lisan
  • Manuskrip
  • Ritus
  • Permainan tradisional

Keberagaman sebagai perekat bangsa

Fadli menegaskan bahwa keberagaman tidak menjadi ancaman, melainkan perekat bangsa yang dirumuskan dalam falsafah Bhinneka Tunggal Ika. Ia menyebut nilai itu sebagai kekuatan yang menyatukan berbagai kelompok sosial dan budaya di Indonesia.

Keberagaman itu tidak menjadi ancaman, tetapi justru menjadi kekuatan kita, menjadi unifying force kita. Bukan menjadi pemecah belah kita, tetapi menjadi pemersatu kita

Harapan bagi generasi muda

Dalam kesempatan itu Fadli berharap peserta Gita Bahana Nusantara dapat menjadi pelaku aktif dalam memajukan kebudayaan. Ia menaruh harap besar pada generasi muda untuk menjaga identitas budaya di tengah dinamika peradaban dunia.

Dengan meneguhkan peran budaya sebagai modal kebangsaan, pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bekerja bersama melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Nusantara agar tetap relevan bagi masa depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait